Pesawaran -Di tengah-tengah gencarnya pemerintah dalam menanggulangi pandemi covid-19, yang telah menghabiskan anggaran triliunan rupiah, seolah-olah telah melenakan penanganan terhadap satu hal yang juga tidak kalah bahayanya, yaitu judi toto gelap atau togel.Selasa 05/09/2021.
Dari fakta yang ada di lapangan, praktek judi togel di wilayah Kabupaten Pesawaran Lampung, memang begitu semarak bahkan penyebarannya hingga ke pelosok desa.
Hal tersebut telah menimbulkan inisiatif dan keresahan di kalangan masyarakat, namun Mereka tidak ada yang berani mengungkapnya. Seperti yang dikatakan oleh Hasan yang diduga adalah salah satu bandar togel, Hasan Mengatakan bahwa Omset yang dia dapat perbulan mencapai ratusan juta rupiah.
“Omset saya 160 juta setoran perbulan, karena saya ini rangking pertama dari seluruh anak buah sehari semalam omset saya diatas 7 juta tapi di hitung Oman 6 juta, Gimana gak luar biasa Oman karena dia ngedrob jatah Kapolda 10 juta,Polres 10 juta dan Polsek 6 juta belum yang binaria. Kemaren aja ada 2 dari Polres kesini, saya beliin nasi bungkus,”Ucap Hasan sambil melayani pemasang yang datang.
Lanjut Hasan” Yang nomor dua Sahril yang tinggal di Wayharong Godang itu omsetnya 90 juta dan yang nomor tiga di Guning Sugih nama nya Odah orang Gunung Sugih omsetnya 140 juta, makanya gak dirasa 10 juta punya Polda 10 juta punya Polres dan 6 juta punya Polsek. Kalau Polsek bukan jatah dari kami tapi langsung dari Oman yang piket malam itu oman juga 200 permalam,”jelas Hasan.
Disela waktu Awak media mengkomfirmasi Kepada Oman melalui Handpon Selulernya yang mana Oman adalah salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran dari peraksi Partai Hanura,Oman mengatakan,”Dulu memang saya pemain nomor semenjak saya menjadi Anggota Dewan saya serahkan keadek saya, adek saya semua yang jalani si Keweng. jujur yang megang itu bukan saya si Keweng tanya aja ke Hasan,”Kilahnya.(suf)






