Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat Dugaan Pemotongan BPNT, Puluhan KPM Warga Tiyuh Kagungan Ratu Mengeluh Ke Dinsos...

Dugaan Pemotongan BPNT, Puluhan KPM Warga Tiyuh Kagungan Ratu Mengeluh Ke Dinsos Tubaba

792
0

TULANG BAWANG BARAT Lampung.sumselnews.co.id | Puluhan warga Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) mengeluhkan pemotongan bantuan pangan non tunai (BPNT).

Keluhan tersebut disampaikan pada saat rapat bersama Dinas Sosial Tubaba di Balai Tiyuh Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik, Jum’at (28/4/2023).

Salah satu warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bernama Nur (39) mengatakan, pemotongan bantuan tersebut diduga dilakukan oleh salah satu oknum pendamping berinisial (YD).

” Saya penerima BPNT, sebelum lebaran (YD) datang ke rumah meminta kartu ATM BPNT, kemudian ia memberikan uang senilai Rp350.000 beserta buku rekening,” kata dia dikutip wartawan dari pernyataan resminya, Jum’at (28/4).

Diketahui, bantuan BPNT telah disalurkan selama dua bulan (Januari-Februari-Red) oleh Kementerian Sosial. Dengan nilai Rp200 ribu perbulan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial setempat, Somad menjelaskan,dirinya tidak mengetahui terkait dugaan pemotongan bantuan tersebut.

” Pada hari ini kami menindaklanjuti laporan KPM sebelumnya. Langkah selanjutnya, kami akan mencetak rekening koran para KPM yang mengaku mendapat potongan. Agar kita bisa mengetahui secara pasti apakah bantuan PKH atau BPNT yang terkena potongan oleh oknum pendamping tersebut,” kata dia.

Bahkan, Somad merasa tertuduh atas kejadian tersebut, untuk itu dirinya menegaskan tidak pernah menginstruksikan kepada para pendamping PKH maupun BPNT untuk melakukan pemotongan bantuan.

” Tidak ada saya perintahkan untuk melakukan pemotongan. Dan hasilnya bagi dua dengan saya. Kalau ada yang begitu silahkan laporkan ke saya. Tidak akan saya lindungi. Karena saya yang tertuduh. Disangka dapat bagian dari kutipan tersebut,” tegasnya.

Ia juga mempersilahkan para KPM yang merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH).

Ditempat yang sama, Kabid Fakir Miskin Dinsos Tubaba, Sudarti menambahkan, oknum pendamping tersebut (YD) bukan pendamping BPNT melainkan pendamping PKH.

” Kami juga bingung, kok bisa (YD) ngurusi BPNT, padahal ia pendamping PKH,” pungkasnya. (Madi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini