KABUPATEN TANGERANG|Pengungkapan mengejutkan baru saja terungkap di duga di balik tembok lantai dua sebuah cafe terkenal di citra raya kabupaten Tangerang, Cafe (HTS) Hard2stop Cafe and Bar. Tempat yang dikenal publik sebagai cafe musik live yang ramah keluarga ternyata menyimpan sisi gelap yang mengejutkan di lantai atasnya. (27/10/2024)
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pengakuan dari sejumlah saksi, lantai dua cafe Hard2stop Cafe and Bar, ini diduga kuat menjadi tempat dugem gelap serta ajang transaksi maksiat dengan sistem “prilen” atau layanan privat eksklusif.
Pengunjung biasa yang datang untuk menikmati musik di lantai pertama tak pernah menduga bahwa lantai di atas mereka menyimpan aktivitas lain yang jauh lebih “panas.” selain tempat dugem Di lantai dua ini, hanya pengunjung terpilih yang mendapatkan akses khusus diduga dapat memesan layanan privat tertentu yang tidak ada dalam daftar menu biasa. Sistem ‘Freeline’ yang terstruktur ini membuat lantai dua cafe (HTS) Hard2stop Cafe and Bar menjadi ruang rahasia bagi transaksi terlarang yang meresahkan masyarakat.
“Setiap akhir pekan, lantai dua selalu ramai hingga larut malam. Beberapa pengunjung terlihat memasuki area tersebut, dan hanya mereka yang sudah dikenal atau memiliki koneksi tertentu yang bisa naik ke atas,” ujar seorang sumber anonim.
Dengan pengungkapan ini, pihak berwenang telah menerima banyak laporan dari masyarakat dan akan segera melakukan pengawasan ketat serta investigasi mendalam untuk menindak segala bentuk pelanggaran yang ditemukan.
Masyarakat sekitar berharap saat kami minta tanggapan, meminta langkah tegas diharapkan segera diambil Oleh kepolisian setempat, Lurah maupun RT setempat. Untuk memastikan keamanan lingkungan serta menjaga cafe-cafe di di wilayah citra raya, di jl.Ecopolis boulevard utama Blk. VE05 No.19R, mekar bakti, kec.panongan kabupaten Tangerang Banten 15710 ini tetap menjadi tempat hiburan yang aman dan nyaman.
Masyarakat setempat (narasumber ) juga menyampaikan akan segera menyampaikan surat aduan masyarakat terkait hal ini kepada pihak yang berwenang.
Awak media sampai berita ini di terbitkan masih terus menggali informasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait guna konfirmasi lebih mendalam.
(TIM/SHR)






