Beranda Uncategorized Pembangunan Latasir Mulai Retak, Wakil Ketua DPRD Pringsewu Sidak 

Pembangunan Latasir Mulai Retak, Wakil Ketua DPRD Pringsewu Sidak 

181
0

PRINGSEWU – Hasil kegiatan pembangunan jalan Lapis Tipis Aspal Pasir (LATASIR) yang melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung yang terletak di dusun I Sukarendah, Pekon/Desa Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara menjadi perhatian serius yang diduga sarat “penyimpangan”, Rabu (1/1/2020).

Wakil ketua DPRD Pringsewu, Rizki Raya Saputra, SH., untuk yang satunya, seperti hasil dari pembangunan jalan Latasir di dusun 1 Sukarendah, Desa Sumber Bandung itu sangat miris. ini memeng menjadi perhatian untuk kuwalitasnya yang kurang memuaskan, mungkin AC WC juga yang dibutuhkan atau sering yang tidak sesuai dengan kebutuhan. yang di jalan bagian dari Jalan, karena ornderlahg nya sebagian masih keluar dari badan jalan, trus juga sudah terlihat mengalami keretakan juga.
“Pekerja dari kontraktor pembangunan ini, Ia melakukan “penyimpangan” dalam beberapa hari sudah ada kertakan dan berapa batu di ruas jalan tersebut yang cukup panjang seperti panjang itu menonjol keluar,” terang Rizki Raya Saputra.

“Saya selaku pimpinan DPRD kabupaten Pringsewu menghimbau dinas terkait untuk melakukan teguran kepada kedua rekanan tersebut agar dilakukan perbaikan secara maksimal dan memohon, memohon kepada lembaga supremasi hukum di kabupaten Pringsewu untuk melakukan pengawasan lebih lanjut agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di pembangunan yang lain.

“Karena memang sangat disayangkan dengan nilai anggarannya cukup besar untuk pembangunan ini tapi hasilnya kurang maksimal dan sangat disayangkan juga pembangunan latasir ini tidak sesuai dengan harapan kita. kalau melihat dari ruas jalan yang lebar Jalan hanya dua setengah meter harusnya sekitar 325 meter sedangkan panjangnya berapa meter lapangan dari dinas Pekerjaan Umum,” kata Rizki Raya Saputra.

Masih kata Rizki Raya Saputra,  mengatakan bahwa, sedangkan dia sudah ini posisi yang baru tahap ini masih menjadi tanggung jawab dari makanan lembaga yudikatif dalam melakukan pemeriksaan atas ada beberapa, mulai dari sanksi pidana terhadap penyimpangan anggaran.

“Atau ada pengurangan kualitas dari itu tetap ada rincian dari yang lain itu, dimohon untuk kegiatan tersebut,” tukas Rizki Raya Saputra.

Dihari yang sama, Haryadi salah satu warga dusun I Sukarendah, menyayangkan hasil dari kegiatan pembangunan jalan Latasir yang kurang sesuai, karena baru saja dikerjakan sekarang sudah mulai retak dan juga batu-batu onderlahg nya mulai nongol dari badan jalan.

“Kami sebagai masyarakat di dusun I Sukarendah ini amat menyayangkan jika hasil pekerjaan Latasir tersebut kurang berkuwalitas, baru saja di bagun tapi sudah mulai retak-retak dan batu onderlahgnya sudah terlihat nongol dari badan jalan,” kata Haryadi, saat di konfirmasi yang juga melihat team DPRD melakukan sidak, Selasa (31/12/2019). (Bornio)

Artikel sebelumyaBrigjen Pol Sudarsono Pantau Langsung Pilkakam Serentak di Tuba
Artikel berikutnyaPemkab Tuba Gelar Pengajian dan Doa Bersama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here