Beranda Info Lampung Kepala Pekon Pujodadi Diduga Tak Hiraukan Gaji RT, Lembaga GMBI Pringsewu Turut...

Kepala Pekon Pujodadi Diduga Tak Hiraukan Gaji RT, Lembaga GMBI Pringsewu Turut Prihatin

458
0

Kepala Pekon Pujodadi Diduga Tak Hiraukan Gaji RT, Lembaga GMBI Pringsewu Turut Prihatin


PRINGSEWU (LSN) – Terkait pembicaraan hangat yang terjadi dikalangan masyarakat Pekon Pujodadi kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu Lampung, adanya dugaan tidak ada nya pemberian gaji ataupun dugaan ketidakjelasan pemberian hak gaji ataupun insentif terhadap salah satu dari perangkat Pekon setempat yang pernah menjabat sebagai ketua RT yang saat ini masih digunjingkan halayak ramai.

Saat ini, sesuai data yang kami dapatkan dari berbagai sumber masih belum ada kejelasan atau pun keterangan resmi yang menjelaskan terkait hak gaji untuk Suratno mantan RT yang pernah menjabat tahun lalu sampai sekarang hak nya tak terpenuhi.

Saat kami coba konfirmasi terhadap pihak perangkat pekon saat ini, sekretaris pekon Yuli dan Kaur Pembangunan saudara Joni, Rabu 24/06/2010 lalu dikediamannya menyampaikan bahwa mereka tidak mengetahui persoalan ini, bahkan mereka sudah menyampaikan hal ini kepada kepala pekon setempat, namun tak dihiraukan.

Kejadian ini membuat salah satu lembaga Swadaya Masyarakat (LSM- GMBI ) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia, merasa sangat menyayangkan serta prihatin dan sekaligus mengkritik atas adanya dugaan penyalahgunaan hak dan kewajiban perangkat Pekon Pujodadi ini.

 

Disampaikan perwakilan dari Pihak LSM-GMBI Kabupaten Pringsewu Yoki, bahwa semestinya hak insentif RT harus diberikan sesuai aturan. Karena RT merupakan ujung dan kepanjangan dan perangkat pemerintah langsung ke masyarakat.
Sebelum nya, saat kunjungan tim awak media kami ke Pekon tersebut, kami menemukan adanya keluhan dari salah satu warga, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai ketua RT 07 Pekon Pujodadi.
 
Dia adalah Suratno warga_red, yang saat ini profesi nya sebagai seorang petani merasa sangat kecewa terhadap Kepala Pekon Pujodadi yakni Mukhlis Sulistyo, Pasalnya beberapa bulan terakhir dari Januari hingga Mei 2019 lalu, gajinya sewaktu masih menjabat RT tak kunjung bisa dinikmati untuk keperluan sehari-hari.
 
“Saya cuma dapat gaji satu bulan selama dari Januari hingga Mei 2019, kata kepala pekon nanti akan dibayar, tapi nggak juga sampai saya diberhentikan hingga sekarang,” Ujarnya.
 
Hak insentif yang seharusnya bisa di peroleh oleh mantan RT sesuai aturan dan undang-undang yang berlaku, sekarang terlihat kandas. 
 
 
Sayang sekali, saat kami berusaha untuk konfirmasi terkait hal tersebut kepada pihak kepala pekon, selalu susah untuk ditemui.(Nas/tim/red)
 
 
Artikel sebelumyaIWO Lampung Sesalkan Sikap Arogan Gubernur Bentak Wartawan Saat Rakor Pilkada
Artikel berikutnyaBupati Pesawaran Dendi Ramadhona Menyambut Baik Pembagian BLT Transparan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here