Connect with us

Pringsewu

Sampah Pasar Sumberagung di Keluhkan Warga, Begini Respon Kakon

Published

on

PRINGSEWU  – Kepala Desa/Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Agus.W diduga kewalahan dalam mengelola limbah sampah di Pasar Sumberagung dan kurang  mengindahkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pasalnya, Kepala pekon juga diduga telah melakukan pembiaran kepada pihak pengelola pasar aktif yang berada didesa tersebut membuang limbah pasar aktif  dikawasan permukiman padat penduduk.

Hal tersebut dibenarkan oleh kepala pekon setempat saat dikonfirmasi oleh pewarta diruang kerjanya Kamis (13/08/20). Upaya upaya yang kita tempuh sejauh ini terkait pembuangan sampah akhir untuk limbah pasar Sumber Agung belum ada lokasi khusus Karena untuk memilili lokasi pembuangan sampah tersebut menggunakan dana yang tidak kecil atau sedikit.

“Saya selaku kepala desa sepakat dengan pengelola pasar untuk membuang sampah dekat lingkungan warga yang berada di RT 01 dan saya rasa desa tidak perlu untuk meminta izin lingkungan kepada warga setempat karena untuk pembuangan tersebut sifatnya hanya sementara dan itupun lokasi yang disarankan oleh pengelola pasar untuk pembuangan sampah dari warga pemilik tanah yang memintanya,” Ujar Agus.

“Untuk sementara di lokasi yang sudah kami tentukan untuk pembuangan sampah akhir, saat ini sedang terkendala dengan adanya proyek rabat beton untuk akses jalan, itu sebabnya kami belum bisa membuang sampah akhir di lokasi tersebut memang kemarin upaya yang kita tempuh untuk membuang sampah kami dengar dari warga yang memiliki lokasi dan bahasanya agar dapat timbunan gratis dan itu arahan dari pemilik tanah,” tuturnya.

Sehingga kalimat tersebut tembus ke pengelola pasar dari pemilik tanah dengan pintanya sendiri kepada pengelola pasar, pembuangan sampah pasar buang ke tempat saya saja karena bisa dapat timbunan yang gratis tanpa mengeluarkan biaya, kata pemilik tanah, ujar Agus menjelaskan.

Advertisement

“Namun apabila masyarakat terganggu dalam lingkungannya yang tercemar akibat bau daripada sampah jelas kita sudah mentok karena sudah tidak ada pembuangan lagi. Kita juga sebenarnya kebingungan  apabila warga sudah tidak mengizinkan lagi untuk aktifitas pasar yang salah satunya membuang sampah dilokasi tersebut karena kita tidak punya lokasi pembuangan lagi. Selain itu bahkan bisa lebih parah lagi apabila sampah pasar tidak sampai terbuang ini akan menimbulkan satu permasalahan lagi di pekon kita dan ini dibawa kemana dan menurut saya malah syukur ada salah satu warga yang menyediakan tempat untuk pembuangan limbah pasar,” jelas Kepala pekon.

Lebih lanjut, Kepala Pekon  Sumberagung ini juga menjelaskan tentang wacana jangka panjang dalam arti sampah pasar tidak akan berhenti. Dirinya bersama pihak terkait sudah punya wacana untuk tempat yang baru dan perlu proses tata ruang dan lain sebagainya, tetapi kedepanya ada kerjasama dengan instansi yang terkait.

“Untuk itu, yang kita harapkan contoh satu hal, ada satu titik pembuangan sampah sementara, baik itu DAM sampah yang jenis tinggal angkat ataupun tempat khusus dari lingkungan hidup

atau sampah pasar di desa kita seminggu sekali diangkat untuk ditaruh ke pembuangan akhir, justru kita berharap seperti itu, sebab sejauh ini tidak ada kerjasama dengan pihak terkait (Lingkungan Hidup) karena di Pekon bentuk sebenarnya kalau berbicara pembuangan sampah sampai saat ini hanya memanfaatkan lingkungan warga untuk membuang limbah pasar,” Harap Agus.

Menurutnya, kalau memang ada respon dari instansi terkait seperti pembuangan sampah yang sudah ada di Pringsewu Barat yang baru di adakan beberapa waktu lalu dari instansi terkait saat ini. “Beberapa waktu lalu kami bersama pengelola pasar sudah membuat proposal lengkap dengan gambaran lokasi sampah untuk pembuangan sementara untuk ke pembuangan sampah akhir dan kalau itu pun proposal kami di ACC oleh instansi terkait, mudah mudahan di tahun 2021 kita akan memiliki pembuangan sampah atau DAM dampah untuk mengatasi limbah pasar dan itu pun belum pasti di ACC atau tidaknya karena semua butuh proses, “pungkasnya.

Cukup jelas yang tertuang di Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan hak kepada setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Amanat Undang-Undang Dasar tersebut memberikan konsekuensi bahwa pemerintah wajib memberikan pelayanan publik dalam pengelolaan sampah. Hal itu membawa konsekuensi hukum bahwa pemerintah merupakan pihak yang berwenang dan bertanggung jawab di bidang pengelolaan sampah meskipun secara operasional pengelolaannya dapat bermitra dengan badan usaha. Selain itu organisasi persampahan, dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang persampahan dapat juga diikut sertakan dalam kegiatan pengelolaan sampah.

Advertisement

Namun hal tersebut tidak dirasakan oleh warga yang berada dilingkungan RT 01, Sumberagung, Pringsewu pasalnya warga yang berada dilingkungan tersebut  terkena dampak bau tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah dimana sampah tersebut adalah limbah pasar yang dibuang di permukiman padat penduduk.

Terpisah Camat Ambarawa Sutikno SE. di ruang kerjanya menanggapi hasil klarifikasi awak media kepada kepala desa, bahwa hal semacam ini seharusnya aparatur desa cepat ambil langkah untuk dikomunikasikan  kepada pihak pengelola pasar untuk mencari jalan keluar agar limbah pasar tidak lagi dibuang dilingkungan padat penduduk dan jika masalah sampah tersebut mengganggu lingkungan warga sekitar seharusnya dihentikan.

“Untuk pembuangan sampah jangan lagi dibiarkan atau diteruskan pembuangannya dilokasi yang sudah ditentukan oleh pengelola Pasar meskipun tanah tersebut pemiliknya menyediakan tempat dan mengizinkan kembali lagi kita harus memikirkan lingkungan sekitar untuk persoalan semacam ini secepatnya saya akan koordinasi dengan kepala desa yang bersangkutan untuk menyikapi masalah limbah pasar dengan pengelola pasar agar cepat mendapatkan jalan keluar,” Ujar Camat Ambarawa.(WD/red)

Berita Sebelumnya : 

Advertisement
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *