Beranda Tulang Bawang Simpang Siur Proyek Rehab Ruang IGD RSUD Menggala, Bisa Jadi Temuan Pihak...

Simpang Siur Proyek Rehab Ruang IGD RSUD Menggala, Bisa Jadi Temuan Pihak Terkait

589
0

Tulang Bawang – Terkait Rehab Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Menggala Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang diduga anggaran Mak Jelas (Tidak Jelas) diduga tidak ada transparan dari pihak RSUD Menggala.

Saat menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya yang diduga renovasi IGD RSUD Menggala  tidak ada papan kegiatan proyek yang diduga kurang transparan.

Saat dikonfirmasi awak media senin (24/08/2020) Bagus Anggoro selaku PPTK mengatakan ,” Masalah Papan Informasi memang tidak kita pasang, karena tidak ada regulasinya, yang harus itu papan kegiatan harus terpasang,”  kata Bagus Anggoro.
Dia juga menjelaskan, proyek rehab IGD dana tersebut dari pendapatan hasil RSUD Menggala dengan di bawah 500 juta. Yang dikerjakan oleh pihak ke-3 kata bagus anggoro.

Dia juga meggatakan, apa bila ada regulasinya UU KIP No.14 Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan
Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006), maka masukanya akan kita dengarkan, kata dia.

Saat disingung awak media, terkait anggaran rehap renovasi IGD dengan sistem  tidak Lelang ….?  Bagus Anggoro tidak bisa menjalaskan secara detail “,Kalau masalah Anggaran saya kurang jelas sepengetahuan saya dibawah Rp 500 juta anggaran rehab tersebut,” ujarnya.
“Karena anggaran nya bukan dari  APBD melainakan memakai anggaran Badan Layananan Umum Daerah (BLUD)  Menggala. Sehingga langsung dalam penunjuk langsung  (PL),” kata Bagus Anggoro.

Hal ini  yang menjadi pertanyaan terhadap masyarat apakah track record track perusahannya sudah mengerjakan dengan benar atau tidak. Atau syarat penunjukan langsung sudah sesuai kriteria. Ini bisa menjadi adanya temuan pihak terkait.
Sedangkan melalui aturan sistim petunjuk langsung (PL) tidak boleh dikerjakan dengan satu perusahaan melainkan mengunakan 2 atu 3 perusahaan yang harus ikut dalam sistim petunjuk langsung tersebut.

(red/Tim)

BACA JUGA : Tidak Ada papan kegiatan Proyek, Rehab IGD RSUD Menggala Diduga  “Mak Jelas” 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini