Beranda Info Lampung Pringsewu Dugaan Pembangunan Tolilet Sekolah Bermasalah, Begini Komentar Kepala Sekolah 

Dugaan Pembangunan Tolilet Sekolah Bermasalah, Begini Komentar Kepala Sekolah 

203
0
PRINGSEWU – Terkait Pelaksanaan Pembangunan tolilet/jamban siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri 04 Wates Timur Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, yang diduga bermasalah dalam pelaksanaan nya yang diduga kurang sesuai dengan juknis yang ada.

Salah satunya adalah bahan bangunan berupa kayu yang seharusnya sesuai kualitas yang sudah ditetapkan, namun kenyataan dilapangan tidak adanya kesesuaian tehadap juknis dan juklak yang ada.

Terkait hal ini, Meliati, SPd Kepala Sekolah SD Negeri 04 Wates Timur selaku Pengguna Anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 20202 menyampaikan pihaknya akan segera memperbaiki dan membongkar kembali bangunan tersebut karena selaku pengguna anggaran dirinya tidak mengetahui kayu seperti apa yang sesuai petunjuk teknis.

” Jika bener ada ada kesalahan, saya akui salah, saya tidak mengetahui jenis kayu seperti apa yang sesuai dengan juknis, saya hanya percayakan kepada tukang yang bekerja untuk membelanjakan semua material,” ucapnya saat kami konfirmasi melalui HP Kamis 03/09/2020.

Selanjutnya dirinya menjelaskan terkait informasi dari nara sumber berita bahwa pihaknya tidak melibatkan ketua komite sekolah dibantah oleh Meliati, dirinya mengatakan kalau saat sebelum pembanguan maupun saat pelaksanaan ketua komite masih dalam kesibukan.

Sangat disayangkan sebagai kepala sekolah dan pengguna anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus tidak bisa mengetahui jenis kualitas bahan kayu seperti  apa yang sesuai petunjuk penggunaannya.

Sementara itu, disampaikan juga oleh Faisal selaku pendamping atau fasilitator SD Negeri 04 Wates timur bahwa benar adanya kesalahan tentang bahan baku kayu dalam pekerjaan pembangunan tolilet tesebut.

” Iya memang ada kesalahan mas, karena kayu yang terpasang termasuk jenis kayu asal, ini disebabkan karena tidak tersedianya bahan baku tersebut di toko,” ujarnya.

” Untuk selanjutnya akan kami bongkar mas, dan diganti kayu yang sesaui,” imbuhnya.

Dari keterangan yang kami kumpulkan sangat tragis sistem pekerjaaan yang mereka kerjakan selain diduga  asal jadi, juga tidak memperhatikan kualitas bahan baku yang sesuai pedoman juknis. Yang menjadi perhatian bersama mereka sudah tau tentang kualitas kayu asal, akan tetapi masih terpasang, dan akan segera dibongkar bangunan tersebut , setelah tim media selaku sosial kontrol mengadakan pengumpulan data informasi dilapangan.

(Red/tim)
Berita sebelumnya………klik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here