Beranda Info Lampung Ramai Berita di Media Online, Bangunan SDN 04 Wates Timur Ini “Dibongkar”

Ramai Berita di Media Online, Bangunan SDN 04 Wates Timur Ini “Dibongkar”

434
0

PRINGSEWU – Pekerjaan pembangunan toilet atau jamban siswa dan guru SD Negeri Wates Timur Kecamatan Gadingrejo yang menyerap anggaran RP. 95.000.000 dari Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sekarang dibongkar kembali.

Bukan tanpa alasan, setelah ramai beredar berita dibeberapa media online terkait kualitas bahan bangunan yang diduga tidak memenuhi syarat sesuai dengan aturan yang ada. Kini bangunan tersebut dibongkar pihak sekolah karena mereka mengakui adanya kesalahan tentang kriteria bahan bangunan berupa kayu asal yang mereka pasang.

Disampaikan melalui pesan singkat Chat Wa dari kepala sekolah SDN 04 Wates Timur Meliati, S.Pd. kepada awak media bahwa pihaknya telah melakukan pembongkaran terkait bahan kayu yang mereka pasang sebelumnya kurang memenuhi kualitas dengan kayu yang sesuai.

“Bahan sudah siap mas silahkan cek dan segera kami perbaiki yang salah supaya tidak ada kesalahan,”  tulis Meliati lewat pesan singkat Jum’at 04/09/2020.

Mungkin disinilah peranan media dalam cermin pembangunan guna untuk kontrol sosial dilapangan adanya proyek pemerintah yang selalu berindikasi disalah gunakan oknum yang  mengarah ke upaya untuk tindak pidana korupsi.

Mengingat berdasarkan lampiran II Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Sub Bidang Pendidikan Sekolah Dasar menjelaskan dalam

Pemahaman Tentang Bahan Bangunan, Pemahaman tentang bahan bangunan meliputi bagaimana melihat dan mengetahui kualitas dan manfaat bahan bangunan.

Adanya pelanggaran ini sangat miris terdengar, mungkin ini hanya sebagian kecil dari pekerjaan proyek pemerintah yang kita ketahui.

Kepala Sekolah SDN 04 Wates Timur ini juga diduga melarang pihak awak media selaku kontrol dan cermin pembangunan untuk tidak meminta konfirmasi atau keterangan lebih lanjut  kepada pihak komite sekolah yakni bapak Rahmadi, selaku tukang atau pekerja yang ditunjuk kepala sekolah untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut.(Syarif/tim)

Berita sebelumnya……
Dugaan Pembangunan Tolilet Sekolah Bermasalah, Begini Komentar Kepala Sekolah
PRINGSEWU – Terkait Pelaksanaan Pembangunan tolilet/jamban siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri 04 Wates Timur Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu, yang diduga bermasalah dalam pelaksanaan nya yang diduga kurang sesuai dengan juknis yang ada.

Salah satunya adalah bahan bangunan berupa kayu yang seharusnya sesuai kualitas yang sudah ditetapkan, namun kenyataan dilapangan tidak adanya kesesuaian tehadap juknis dan juklak yang ada.

Terkait hal ini, Meliati, SPd Kepala Sekolah SD Negeri 04 Wates Timur selaku Pengguna Anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 20202 menyampaikan pihaknya akan segera memperbaiki dan membongkar kembali bangunan tersebut karena selaku pengguna anggaran dirinya tidak mengetahui kayu seperti apa yang sesuai petunjuk teknis.

” Jika bener ada ada kesalahan, saya akui salah, saya tidak mengetahui jenis kayu seperti apa yang sesuai dengan juknis, saya hanya percayakan kepada tukang yang bekerja untuk membelanjakan semua material,” ucapnya saat kami konfirmasi melalui HP Kamis 03/09/2020.
Selanjutnya dirinya menjelaskan terkait informasi dari nara sumber berita bahwa pihaknya tidak melibatkan ketua komite sekolah dibantah oleh Meliati, dirinya mengatakan kalau saat sebelum pembanguan maupun saat pelaksanaan ketua komite masih dalam kesibukan.

Sangat disayangkan sebagai kepala sekolah dan pengguna anggaran yang bersumber dari dana alokasi khusus tidak bisa mengetahui jenis kualitas bahan kayu seperti  apa yang sesuai petunjuk penggunaannya. (Red/tim)

Berita sebelumnya………
Pembangunan Toilet Siswa dan Guru SDN 4 Wates Diduga Bermasalah

PRINGSEWU  – Pelaksanaan  pembangunan toilet jamban siswa/guru di SDN 4 Wates Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Senilai 95 Juta Rupiah  di duga bermasalah.

Pasalnya pelaksanaan bangunan tersebut di duga tidak sesuai dengan petunjuk tehknis yang ada. Hal ini di sampaikan oleh salah satu anggota komite setempat yang tidak bersedia di sebutkan namanya.

Menurutnya, bahan dasar kayu yang di pasang tidak sesuai kriteria sesuai teknis. “Karena kayu terbut jenis Albasia bercampur atau  dengan kayu yang lainnya jenis kelas racuk, seharusnya  kayu tersebut tidak bercampur baur,” ucapnya.Rabu 02/09/2020.

Selain itu juga, dalam kepengurusan kegiatan sekolah terutama soal Dana Alokasi Kusus(DAK) berupa pembangunan toilet jamban guru dan murid sekolah ini, berdasarkan data dan informasi yang kami dapatkan dilapangan diketahui bahwa ketua komite setempat tidak di libatkan sesuai dengan alur struktur organisasi kepengurusan.

Berbeda hal dan terkesan rancu setelah awak media sambangi ibu Meliati. Spd selaku Kepala Sekolah SDN 4 Pekon Wates Kec Gadingrejo Kabupaten Pringsewu  menjelaskan bahwa bangunan itu sudah sesuai dengan petunjuk tekhnis yang ada.

Sedangkan setelah awak media mengecek ke lokasi memang benar ditemukan sisa sisa potongan  kayu albasia beserta kayu yang lainnya/ racuk.
Untuk diketahui bersama berdasarkan lampiran II Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Operasional Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Pendidikan Sub Bidang Pendidikan Sekolah Dasar menjelaskan dalam
Pemahaman Tentang Bahan Bangunan, Pemahaman tentang bahan bangunan meliputi bagaimana melihat dan mengetahui kualitas dan manfaat bahan bangunan.
Untuk lebih jelasnya secara ringkas disajikan

Tabel 2. Pemahaman Terhadap Bahan Bangunan

Sedangkan setelah awak media mengecek ke lokasi memang benar ditemukan sisa sisa potongan  kayu albasia beserta kayu yang lainnya/ racuk.
 (tim).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini