Tulang Bawang Barat (Lampung.sumselnews.co.id) – Beberapa pekerja saat menggelar material sabes pada proyek pembangunan jalan menuju ke Makam Keramat di Tiyuh atau Desa Karta Kecamatan Tulung Bawang Udik (TBU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (TUBABA) Provinsi Lampung.
Diduga siluman dan material batunya tidak sesuai, pasalnya, hingga kini belum diketahui siapa kontraktor mana yang mengerjakan.

Berdasarkan pantauan Lampung.sumselnews.co.id, proyek peningkatan jalan menuju ke makam keramat tersebut tidak dilengkapi papan plang poyek. Sehingga, masyarakat tidak tahu siapa sebenarnya yang mengerjakan dan berapa besar anggaran proyek tersebut.
Menurut keterangan sumber di lokasi Adi asal Kemiling, Bandar Lampung selaku kepala tukang pekerjaan itu saat di konfirmasi pada Rabu (15/09/2021), dirinya mengaku pihak kontraktorlah yang mengerjakan proyek tersebut, dan mengenai anggaran ia mengatakan tidak mengetahuinya.

“Yang nyuruh saya kerja Tobi pihak rekanannya kenal Tobi dari Hen orang Panaragan, Kalau volume panjang 357 meter lebarnya 3 meter, untuk anggarannya saya enggak tau mas,” Ujarnya.
Lebih lanjut Adi menjelaskan, bahwa itu pekerjaan provinsi kata rekanan “Saya tahu dari Tobi rekanannya dan dari dinas mana saya tidak tahu karena Konsultan Pengawasan belum pernah kesini,” katanya.
Hal senada diungkapkan, Hidayatullah, warga Suku 05, Tiyuh Karta. Dia mengaku tidak mengetahui sebenarnya pihak kontraktor yang mengerjakannya.
Dia hanya tahu bila jalan ke makam keramat tersebut dibangun, bahkan menurutnya, batu yang di gunakan pihak rekanan tidak layak digunakan karena batu campuran tanah, Ujarnya pada Rabu (15/09/2021).
“Sudah ada sekitar dua hari ini mereka kerja, tapi saya enggak tau jelas siapa yang ngerjainnya. Sangat disayangkan batu yang mereka gunakan ini menurut saya kurang bagus karena campur tanah, “kata dia.
lanjut ia mengatakan, dirinya sudah menyarankan kepada kepala Tukang agar kerjaan itu bisa sebagus mungkin.
“Kerena jalan ini kami yang akan melintasinya sehari-hari, dan merupakan jalan menuju ke makam keramat Nenek moyang kami orang Karta,” ungkapnya.
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, mengenai papan informasi, Sebab, papan informasi itu dinilai penting untuk keterbukaan informasi bagi publik.
“Saya sudah kasih tau ke pihak kontraktornya Tobi, pasang plang proyeknya sebenarnya sebelum dimulai pengerjaan. Sebab, mereka harus terbuka di publik,” kata dia.
Tobi pihak rekanannya mengatakan, saat di konfirmasi via telepon seluler pada Rabu (15/09/2021),
terkait nilai pekerjaan itu saya kurang tahu persis yang jelas berkisaran tiga ratusan juta lebih, pekerjaannya aspal lapen, Kata dia
“Namanya saya ikut orang lain nyetor tahun lalu, baru turun ini. Semuanya saya terima beres. Saya kurang jelas kayek nya kerjaan dari provinsi, dari dinas apa saya tidak tahu.” ungkapnya.
Sampai berita ini diterbitkan awak media masih terus menggali informasi guna konfirmasi lebih lanjut. (MD)






