Beranda Info Lampung Lampung Selatan Disinyalir Ketua Poktan di Sragi Jual Pupuk Bersubsidi Diatas HET Dari Pemerintah

Disinyalir Ketua Poktan di Sragi Jual Pupuk Bersubsidi Diatas HET Dari Pemerintah

826
0

 

LAMSEL http://Lampung.sumselnews.co.id |Guna mendapatkan keuntungan yang lebih besar ketua Kelompok Tani (Poktan) Kampung Cidahu, Desa Kedaung, Kecamtan Sragi, Lampung Selatan, menjual pupuk bersubsidi kepada masyarakat (anggota kelompok tani) diatas Harga Eceran Tertinggi  (HET) yang ditentukan pemerintah. Jum,at (11/02/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampung.SumselNews.co.id, diduga Ketua kelompok menjual pupuk bersubsidi diatas Harga (HET).

Hal ini dapat terungkap dengan adanya keluhan beberapa anggota kelompok tani yang ada Desa Kedaung, bahwa mereka harus membeli pupuk subsidi dengan harga 280,000 Per Kwintal.

Ketua Kelompok Kampung Cidahu, Saat dikonfirmasi dikediamannya mengatakan untuk di tahun 2022 per Januari-Februari Poktan Kampung Cimahi baru mendapatkan pupuk subsidi jenis orea sebanyak 160 sak sedangkan untuk jenis NPK PONSKA, SP 36 belum ada sampai dengan hari ini.

“Pupuk saya beli dengan moda saya sendiri, karna kelompok tidak punya uang kas, saya beli dikios pak Sukrin, desa Sukapura dengan harga per 1 sak 125,000 diantar sampai gudang kelompok yang ada di belakang rumah, dan dijual per 1 sak orea Rp 130.000. ambil sendiri disini.

“Untuk jumlah anggota Kelompok dan luas lahan saya lupa, mungkin kira-kira kurang lebih 50 Orang dengan luas ahan 60 hetar, terdiri dari lanan sawaha dan lahan perkebunan jagung,” Terang Katni ketua kelompok Tani Kampung Cidahu.

Tepisah, Pemilik kios Aldo Tani, ditemui dirumahnya di Desa Sukapura, ditanya Keluhan Harga pembelian pupuk Anggota Kelompok Tani mecapai harga 280,000.perKwintal , Luas lahan, Jumlah Poktan dan kebutuhan pupuk persatu musim di Desa Kedaung.

“Aldo Tani, kios tidak melayani pembelian pupuk dengan cara perorangan, Aldo Tani Hanya melayani pembelian melalui poktan-poktan dengan harga persak Orea Rp 125,000. NPK Rp 1250,000. dan dari harga 125,000. Kami memberikan untuk dana kas Poktan 1000 Rupiah, untuk kas Gapoktan 500 Rupiah persak, diberikan diahir tahun dan sudah berjalan satu tahun, Kalau Poktan menjual Mejual di anggota mecapai 280,000. Itu diluar tanggung jawab kios.

Luas lahan dari 21 Poktan yang ada desa Kedaung kurang lebih 500 hetar, terdiri dari lahan sawah dan kebun jagung,” Jelas Kios Aldo Tani.

“Kebutuhan pupuk permusim berdasarkan SPJB Subsidi kemaren 30% dari E-RDKK lebih kurang 100 Ton, Baru disalurkan 18 ton di pertengahan Januari kemaren, untuk Februari belum ada penyaluran, pupuk yang sudah di salurkan, Orea 9 ton, NPK 9 ton, Untun 9 ton NPK baru 8 Poktan yang mendapatkan jatah, sedangkan Orea 9 ton tidak disebutkan secara detil pembagiannya,” Tutupya Aldo Tani kios penyalur pupuk desa Kedaung.

Kalkulasikan dari luas lahan kurang lebih 500 Hektar terdiri dari 21 Poktan baru 8 Poktan yang dapat pupuk NPK, 13 Poktan belum mendapatkan, sedangkan 9 ton NPK dibagi 8 Poktan = 1.125 kg per poktan, jauh dari kata cukup.

Kuat dugaan kongkalikong oknum ketua Poktan dan kios penyalur dalam pengadaan dan penjualan demi meraup untung yang besar.

( Irul )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini