Beranda Info Lampung Lampung Selatan Pasca Kejadian Meninggalnya Ardo, Orang Tua Korban Minta Maaf Pada Semua Pihak

Pasca Kejadian Meninggalnya Ardo, Orang Tua Korban Minta Maaf Pada Semua Pihak

612
0

LAMSEL http://Lampung.sumselnews.co.id | Pasca kejadian meninggalnya Alif Kardovison atau Ardo, 17 (Th) karena murni aksi bunuh diri sempat membuat ketengangan antara pihak keluarga Ardo dengan keluarga teman dekat perempuan almarhum.

Korban adalah warga Palas Jaya Kecamatan Palas Lampung Selatan yang diduga mempunyai hubungan dekat dengan seorang  wanita seusianya yang juga warga setempat.

Suharmi, orang tua Almarhum Ardo menjelaskan bahwa dirinya sudah mendatangi pihak keluarga perempuan (kekasih Almarhum) guna memberikan penjelasan bahwa ini murni bunuh diri.

Menurutnya, pihak keluarga tidak menyalahkan siapapun bahwa ini sudah takdirnya almarhum Ardo.

Diketahui sebelumnya, kejadian aksi bunuh diri tersebut diduga ada permasalahan asmara korban dengan kekasihnya.

Lebih lanjut orang tua korban, Suharmi juga menjelaskan bahwa dia baru mengetahui bahwa teman dekat almarhum Ardo adalah anak dari teman dekatnya juga.

Sementara itu pihak orang tua teman dekat alamrhum Ardo, Redi mistawan (nja’ung) meminta maaf atas kejadian ini.

Suharmi pun menjelaskan bahwa semua kejadian sudah menjadi takdir Allah SWT dan  ia juga juga meminta maaf ke semua pihak atas kesalahpahaman dan kekeliruan.

“Semoga kejadian ini menjadi hikmah dan tidak terjadi lagi untuk anak-anak lainya,” harapnya. Jumat 25/02/2022.

Sebelumnya, seorang remaja berinisial AK (17), warga Desa Palas jaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada Senin, 21 Februari 2022. Korban nekat bunuh diri diduga karena patah hati.

Jasad AK pertama kali ditemukan oleh Runta (55) yang merupakan nenek korban sekitar pukul 06.00 WIB. AK ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung dengan seutas tali jenis rapiah warna hitam.

Kapolsek Palas Iptu Edi Suandi mengatakan korban nekat mengakhiri hidupnya diduga karena patah hati. Hal itu diperkuat setelah ditemukan obrolan pesan WhatsApp korban dengan pacarnya akan bunuh diri.

“Dugaan sementara, korban nekat gantung diri karena putus cinta. Sebab, kami menemukan pesan singkat antara korban dengan pacarnya, bahwa korban akan bunuh diri,” kata Edi.

Berdasarkan hasil visum luar, kata Kapolsek, petugas kesehatan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada korban. Dimana, lidah korban menjulur dan mengunci, di leher membekas jeratan tali, kemaluan mengeluarkan sperma, anus mengeluarkan darah dan kotoran, posisi jari tangan menggenggam erat.

“Sudah dilakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Tidak ada bekas tanda – tanda kekerasan. Artinya korban murni gantung diri. Rencananya korban akan dimakamkan setelah orang tuanya pulang dari Pulau Jawa,” ujar Edi.

(Dar)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini