TULANG BAWANG BARAT Lampung.sumselnews.co.id | Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tingkat Sekolah Dasar dan Menengah Pertama cair baru ini, di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung. Diduga dipotong sebesar 2200 per-siswa yang dikumpulkan melalui K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) pihak dinas akan lakukan pemanggilan terhadap ketua K3S Kecamatan TBU.
Upaya transformasi pengelolaan dana BOS terus dilakukan Kemendikbud dengan menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 Tahun 2021 tentang petunjuk teknis Pengelolaan dana BOS Reguler.
Hal ini sangat membantu para Kepala satuan Pendidikan dalam mengelola sekolah masing-masing. Yang mana di maksud Program Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tersebut adalah program yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Dengan adanya peraturan tersebut, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan berharap tidak ada lagi modus penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kerap dilakukan oleh beberapa oknum pendidikan baik di sekolah maupun di Dinas Pendidikan setempat.
Berdasarkan informasi yang didapat, bahwa sekolah dasar dan menengah Pertama di 9 sembilan Kecamatan Kabupaten Tubaba, dana BOS dipotong sebesar kurang lebih Rp. 2200 Per-Siswa dikumpulkan melalui K3S masing-masing.
Dikatakan sumber dipercaya Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU) yang meminta namanya dirahasiakan inisial (KS) mengatakan, bahwa dana BOS yang disetorkan tersebut tidak bisa di buatkan laporan SPJ, berdasarkan hasil rapat sebelumnya secara diam-diam dengan berbagai alasan.
“Kami kepala sekolah diminta menyetor sejumlah uang yang diambil dari hak siswa penerima manfaat dana BOS siswa seluruh sekolah dasar dan menengah Pertama yang ada di Kabupaten Tubaba melalui K3S,”Ungkapnya.
Sebagai kuasa penerima anggaran disebut kepala sekolah yang bertanggung jawab penuh mengelola anggaran dana BOS pihaknya merasa keberatan hal tersebut dianggap menambah beban pihak sekolah.
“Untuk kecamatan TBU ini kami kumpulkan melalui oknum kepala sekolah dasar bertugas sebagai bendahara K3S,”Terangnya.
Di kesempatan yang sama di tempat berbeda terkait informasi tersebut, awak media mencoba menemui ketua dan bendahara K3S Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU) untuk meminta penjelasan atau mengkonfirmasi. pihaknya membenarkan bahwa adanya pemotongan dana bos sebesar 2200 per siswa.
“Iya bener kami lakukan untuk membayar gajih para operator Korwas kecamatan TBU dan berbagai keperluan lainnya, untuk jumlah keseluruhan pelajar di kecamatan TBU ini sebanyak 3.105 Siswa,”Terangnya Ketua dan bendahara K3S saat dijumpai di kantor sekolah pada, Rabu (9/3/2022).
Di hari yang sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Budiman Jaya, S.STP., M.IP., melalui Qodhi Putra Bujung, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) terkait pemotongan dana BOS yang dilakukan oleh pihak K3S bahwa
pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap ketua K3S Kecamatan TBU.
“Dalam waktu dekat ini kita akan lakukan pemanggilan terhadap ketua K3S Kecamatan TBU. Atas dasar apa melakukan pemotongan dana bos itu,”ungkapnya Qodhi saat dijumpai di ruang kerjanya pada, Rabu 9/3/2022.
Disini lain Kasi sekolah dasar (SD) dan sekolah menegah pertama (SMP) pada Dinas tersebut, Rano afriyansyah SH.MM, ditanya berapa jumlah siswa SD Dan SMP tahun 2022 di Kabupaten setempat ia mengatakan bahwa berdasarkan data dapodik sebanyak kurang lebih 42.049 Siswa.
“Untuk jumlah pelajar SD Negeri maupun swasta sebanyak 29.813 Siswa. Dan untuk SMP Negeri ataupun swasta berjumlah 12.236 Siswa,”terangnya Rano pada, Selasa (8/3/2022) kemaren.
Bila melihat besaran persen dana yang dipotong dikalikan dengan jumlah siswa SD dan SMP negeri maupun swasta yang menyebar di 9 sembilan kecamatan di kabupaten tubaba.
Berarti jika dihitung secara menyeluruh (global) dana BOS cair di kabupaten Tulang Bawang Barat yang di potong oleh oknum-oknum K3S di sembilan kecamatan sebanyak Rp.92.507.800 juta.
Sementara ini awak media akan terus menggali informasi siapa oknum yang terlibat dibalik pemotongan dana BOS tersebut. (Madi)






