Beranda Tulang Bawang Harapan Petani Tertunda Lagi: Sawah Rusak, Pertemuan dengan Pabrik Tapioka Diundur ke...

Harapan Petani Tertunda Lagi: Sawah Rusak, Pertemuan dengan Pabrik Tapioka Diundur ke Selasa

764
0

TULANG BAWANG BARAT | LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID – Tangis dan keputusasaan menyelimuti para petani di Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta warga Dusun Bawang Sepulau, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Lampung Utara.

Sawah-sawah yang dahulu subur dan menjadi sumber penghidupan kini berubah menjadi genangan lumpur tak bertuan.

Hamparan padi yang biasanya menghijau kini tertutup air keruh bercampur lumpur. Para petani hanya bisa menatap lahan mereka yang rusak, diduga akibat pencemaran limbah dari pabrik pengolahan singkong milik PT Surya Intan Tapioka (SIT).

“Dulu air Way Tujok itu jernih, kami bisa menimba dan menyiram sawah. Sekarang airnya keruh, banyak lumpur, dan tanahnya rusak. Kami bingung mau menanam apa lagi,” tutur salah satu petani dengan suara bergetar.

Air Way Tujok yang menjadi sumber utama irigasi kini dangkal dan meluap, menggenangi lahan pertanian. Sebagian petani bahkan sudah menyerah untuk kembali menanam padi karena kondisi tanah tak lagi produktif.

Setelah berbulan-bulan menanggung kerugian, para petani sebenarnya sempat kembali berharap ketika dijadwalkan pertemuan antara perwakilan warga dan pihak PT SIT pada Senin (3/11/2025). Pertemuan ini diharapkan menjadi jalan keluar atas permasalahan yang menimpa mereka.

Namun, harapan itu kembali tertunda karena pihak perusahaan menunda jadwal pertemuan hingga Selasa (4/11/2025).

Penundaan ini disampaikan oleh tim perwakilan perusahaan, Madi dan Humas PT SIT, Darwis, yang menjelaskan bahwa perwakilan resmi pabrik, Pak Heru, tidak dapat hadir karena menghadiri kegiatan penting lainnya.

“Pak Heru sebenarnya sudah siap datang hari Senin, tapi karena ada panggilan resmi terkait masalah singkong, maka rapat dengan masyarakat kami tunda ke hari Selasa,” ujar Darwis.

Kabar penundaan ini membuat warga kecewa. Banyak dari mereka telah bersiap menghadiri pertemuan tersebut untuk mencari kejelasan atas nasib lahan dan mata pencaharian mereka.

Pihak perusahaan melalui pesan suara yang dikirim lewat WhatsApp berusaha menenangkan situasi dengan meminta masyarakat bersabar.

“Kami mohon masyarakat bisa memahami situasi ini. Pertemuan pasti tetap dilaksanakan pada hari Selasa. Semua pihak sudah kami hubungi untuk memastikan kehadirannya,” ujar Darwis dalam voice note yang diterima redaksi, Senin (3/11/2025).

Namun, bagi para petani yang sudah berbulan-bulan menanggung penderitaan, penundaan ini terasa seperti luka lama yang kembali disayat.

Mereka hanya bisa berharap, pertemuan Selasa nanti benar-benar terlaksana dan membawa solusi nyata—bukan sekadar janji yang kembali tertunda.

Di tengah hamparan sawah yang kini berubah menjadi lumpur, tampak wajah-wajah letih menatap kosong ke kejauhan. Mereka bukan hanya kehilangan panen, tetapi juga kehilangan harapan.

(Laporan: Madi | Editor: Redaksi SumselNews)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini