Beranda Bandar Lampung Mesuji Tegas tapi Lembut, Bupati Elfianah “Warning” Kades: Siltap Tak Cair Sebelum DD...

Tegas tapi Lembut, Bupati Elfianah “Warning” Kades: Siltap Tak Cair Sebelum DD 50 Persen Terserap

302
0

Bupati Mesuji, Elfianah Dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Rawajitu Utara, Selasa 15/07/2025 (dok.hms)


MESUJI | LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID – Bupati Mesuji Elfianah menegaskan sikap tegasnya dalam upaya membenahi tata kelola desa, terutama dalam penggunaan Dana Desa (DD). Dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Rawajitu Utara, Selasa (15/07/2025), Elfianah mengeluarkan ultimatum kepada seluruh kepala desa (kades): Siltap (Penghasilan Tetap) tidak akan dicairkan jika penyerapan DD belum mencapai 50 persen.

“Tidak ada pencairan Siltap jika pembangunan dan penggunaan Dana Desa belum berjalan minimal 50 persen. Ini upaya kita untuk menegakkan tertib administrasi,” tegas Elfianah di hadapan para kades dan perangkat desa.

Menurutnya, untuk pencairan tahap kedua DD, seluruh laporan dan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) tahap pertama harus dilengkapi terlebih dahulu. Jika masih ada yang lalai, maka dirinya tidak akan segan untuk melaporkannya ke pihak berwajib.

“Sudah cukup tahun-tahun sebelumnya kita belajar dari kekacauan SPJ. Tahun 2025–2026 harus menjadi momentum perbaikan. Kalau masih bermain-main, saya yang akan langsung bertindak,” tegasnya lagi.

Dalam kesempatan tersebut, Elfianah juga mengumumkan bahwa sejumlah proyek strategis dari Kementerian akan segera masuk ke Kabupaten Mesuji. Di antaranya pembangunan jembatan layang di Desa Way Puji dan Sidorahayu.

Selain itu, program normalisasi saluran air akan terus diawasi. Ia menekankan pentingnya peran kepala desa dalam memastikan pekerjaan tersebut sesuai standar dan tepat guna.

“Normalisasi saluran air itu penting. Kalau sudah selesai, tak ada lagi banjir dan panen bisa tiga kali setahun. Tapi kalau kades-nya tak tertib, bagaimana bisa jadi contoh bagi warganya?” kritiknya lugas.

Bupati perempuan pertama Mesuji ini juga menyerukan seluruh elemen masyarakat agar bersatu menjaga stabilitas daerah. Ia tak ingin ada lagi pihak-pihak yang membuat kisruh, apalagi berkaitan dengan proyek nasional.

“Saya ingatkan, jangan ada lagi yang matok-matok tanah atau sengaja bikin keributan. Kalau ada, saya akan sikat. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi demi masa depan Mesuji,” ujarnya lantang.

Dengan gaya kepemimpinan tegas namun penuh empati, Elfianah terus mendorong perubahan di Mesuji, dari desa hingga ke pusat pemerintahan kabupaten. Ia mengajak semua pihak untuk menata ulang arah pembangunan Mesuji agar lebih bersih, tertib, dan produktif.

“Kalau semua kompak, kita bisa jadikan Mesuji sebagai daerah maju yang punya nilai saing tinggi di tingkat nasional,” pungkasnya.

R’one/MKL

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini