Beranda BANTEN TANGERANG Seruan Aksi Masyarakat Jilid II SMAN 32 Tangerang Kembali di Gelar Warga...

Seruan Aksi Masyarakat Jilid II SMAN 32 Tangerang Kembali di Gelar Warga & aliansi Masyarakat Serta LSM Harimau DPC Kabupaten Tangerang Tuntut Pemerataan SPMB Zona Padat Penduduk!

485
0

Tangerang, lampung.sumselnews.co.id

Suasana di depan gerbang SMAN 32 Kabupaten Tangerang kembali memanas pada Senin pagi 14 Juli 2025, saat Demo Jilid II pecah lebih besar dari sebelumnya. Ratusan warga yang didukung oleh LSM Harimau dan sejumlah tokoh masyarakat kembali turun ke jalan menuntut transparansi dan keadilan dalam sistem SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru).

Dalam orasinya, massa mendesak agar Pemerintah Provinsi Banten, Dinas Pendidikan, dan Kepala Sekolah segera menyelesaikan persoalan zona SPMB yang dinilai tidak memihak kepada Anak-anak warga sekitar Sekolah.

> “Kami tidak akan diam! Kami akan terus datang sampai hak anak-anak kami terpenuhi. Zona SPMB ini tidak adil, kami merasa dianaktirikan di wilayah kami sendiri!” teriak salah satu warga dengan pengeras suara.

LSM Harimau, yang dikenal vokal dan tajam dalam mengawal isu Pendidikan, menegaskan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan ini hingga ke tingkat Kementerian. Koordinator lapangan dari LSM Harimau bahkan mengisyaratkan bahwa aksi lanjutan lebih besar akan digelar bila tuntutan tidak segera direspons.

> “Ini bukan sekadar demo. Ini adalah bentuk perlawanan rakyat terhadap sistem yang tidak berpihak. Kami akan kawal sampai tuntas, bahkan siap aksi di kantor Gubernur!” tegas perwakilan LSM Harimau.

Pihak Kepolisian dan koramil setempat tampak bersiaga menjaga ketertiban, sementara perwakilan Sekolah belum memberikan keterangan resmi.

Warga juga mendesak agar SK BSKAP 071/2024 dan Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 ditegakkan, terutama soal penambahan rombel di kawasan padat penduduk.

📢 “Anak kami punya hak yang sama untuk sekolah di Negeri sendiri! Jangan jadikan aturan sebagai alat diskriminasi!”

Aksi ini diperkirakan akan terus bergulir dengan gelombang yang lebih besar jika Pemerintah tidak segera turun tangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini