Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat Banjir di Tulang Bawang Tengah, Warga Keluhkan Pembuatan Pintu Air di Kawasan...

Banjir di Tulang Bawang Tengah, Warga Keluhkan Pembuatan Pintu Air di Kawasan Agro Wisata

1930
0

LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID — Banjir bandang yang melanda wilayah Tiyuh Pulang Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, pada Jumat (4/4/2025), memicu kekhawatiran masyarakat terhadap pembangunan pintu air di kawasan Agro Wisata milik SMK Pulang Kencana.

Keluhan masyarakat atas peristiwa ini mencuat melalui unggahan video oleh akun Facebook Rudi Setiawan di grup “Tulang Bawang”. Dalam video tersebut terlihat jelas air yang meluap hingga menggenangi pemukiman warga. Tampak pula pintu air yang dibangun di kawasan Agro Wisata SMK Pulang Kencana dalam kondisi tertutup dan digembok, sehingga air tidak dapat mengalir dengan semestinya.

“Ini air sudah masuk rumah, tapi pintu air malah digembok. Kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar salah satu warga dalam video tersebut dengan nada kecewa.

Warga menduga bahwa keberadaan pintu air yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya turut memperparah kondisi banjir. Mereka menilai bahwa pembangunan pintu air tersebut belum melalui kajian yang matang, baik dari sisi teknis maupun dampak lingkungan.

“Kami tidak tahu apa fungsi sebenarnya pintu air itu. Kalau hanya untuk ditutup dan dibiarkan seperti ini, ya jelas menyusahkan. Kami minta dinas terkait segera turun tangan,” keluh warga lainnya.

Banjir bandang ini diduga akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir, ditambah dengan kurangnya penataan aliran sungai serta sistem drainase yang memadai di wilayah tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bidang perairan pun menjadi sorotan warga yang menuntut langkah cepat dan konkret dalam mengatasi persoalan ini.

“Kami berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR dapat segera meninjau langsung ke lapangan, mengevaluasi sistem aliran air di sini, dan menindaklanjuti pembuatan pintu air yang dinilai justru memperparah banjir,” tegas tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak SMK Pulang Kencana maupun Dinas PUPR Kabupaten Tubaba terkait polemik tersebut. Sementara itu, warga masih berjibaku membersihkan rumah dari sisa-sisa banjir dan berharap ada solusi jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.

(Madi | Lampung.SumselNews.co.id)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini