Lampung.susmelnews.co.id | PRINGSEWU – Dalam balutan tradisi dan budaya yang sarat makna, Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, kembali menggelar Merti Desa ke-98, Rabu (28/05/2025). Tradisi tahunan ini disambut antusias oleh masyarakat, terutama karena dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang mengangkat lakon “Wahyu Eko Bawono”, dibawakan secara memukau oleh Ki Dalang Gunarto.
Merti Desa yang sudah menjadi warisan turun-temurun ini digelar sebagai wujud syukur atas panen raya yang dirasakan para petani Podosari. Tidak hanya sebagai bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, acara ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan menjaga kelestarian budaya lokal.
Kepala Pekon Podosari, Rasmin, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat desa.
“Merti Desa adalah momen penting untuk membersihkan batin dan lingkungan, serta mengenang jasa para leluhur. Kami ingin menjaga warisan budaya ini tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Podosari,” ujarnya.
Rasmin menambahkan, selain sebagai ungkapan syukur, Merti Desa juga menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya mereka.
Tak sedikit warga yang merasa terharu dan bangga dengan terselenggaranya acara ini. Seperti disampaikan oleh Syamsi (46), warga setempat.
“Rasanya luar biasa. Tradisi ini selalu kami tunggu. Ada nilai-nilai kebaikan yang diajarkan melalui wayang kulit, dan ini penting sekali di zaman sekarang,” ucapnya
Apresiasi atas penyelenggaraan acara juga datang dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Pringsewu. Darmawan, Sekretaris Marcab LMP Pringsewu, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Podosari.
“Kami sangat mengapresiasi Pekon Podosari yang tetap konsisten menjaga nilai-nilai budaya lokal. Ini bukan hanya tentang tradisi, tetapi juga identitas dan jati diri bangsa,” tegasnya.
Pagelaran wayang kulit berlangsung hingga dini hari dan menjadi penutup rangkaian acara Merti Desa tahun ini. Diharapkan, semangat budaya dan rasa syukur yang hidup di Pekon Podosari bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam menjaga kearifan lokal ditengah modernisasi zaman.
(Red )



![[judul artikel]](https://lampung.sumselnews.co.id/wp-content/uploads/judul-artikel--238x178.jpg)


![[judul artikel]](https://lampung.sumselnews.co.id/wp-content/uploads/judul-artikel--100x75.jpg)
