Beranda Jawa Barat Ikut Meriahkan HJB ke-543, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Mewanti-wanti: Jangan Sampai...

Ikut Meriahkan HJB ke-543, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Mewanti-wanti: Jangan Sampai Membuat Tanah Kabupaten Bogor Menangis

192
0

Bogor, lampung.sumselnews.co.id

Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut hadir dalam rangkaian acara yang digelar Pemerintah Kabupaten Bogor. Dalam sambutannya, Dedi menyampaikan pesan mendalam yang sarat makna, mengingatkan seluruh pihak untuk tidak melupakan keseimbangan alam dan Nilai-nilai kearifan lokal.

“Jangan sampai perayaan ini hanya bersifat seremonial. Jangan sampai tanah Kabupaten Bogor menangis karena kita terlalu serakah atau abai terhadap lingkungan,” tegas Dedi di hadapan para Pejabat Daerah, Tokoh Masyarakat, dan Warga yang memadati Alun-alun Cibinong, Selasa (3/6/2025).

Pernyataan itu menjadi sorotan karena mengandung pesan simbolis yang kuat. “Tanah Menangis” menurut Dedi, adalah peringatan akan dampak buruk dari pembangunan yang tak terkendali, seperti penggundulan hutan, banjir, longsor, dan alih fungsi lahan pertanian yang makin marak di Wilayah Bogor.

Ia juga mengajak generasi Muda untuk mencintai tanah kelahiran mereka bukan hanya dengan selebrasi, tapi juga dengan aksi nyata menjaga lingkungan dan warisan Budaya.

“Bogor bukan sekadar tempat tinggal. Ia adalah Ibu yang harus kita jaga. Jangan biarkan dia terluka,” ujar Dedi menutup pidatonya, disambut tepuk tangan para hadirin.

Perayaan HJB ke-543 kali ini diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pawai budaya, pameran UMKM, hingga penghijauan simbolis di kawasan hulu Sungai Ciliwung. Semangat pelestarian lingkungan menjadi benang merah dalam setiap kegiatan yang digelar.

Pernyataan tersebut adalah kutipan dari Dedi Mulyadi saat memimpin upacara Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543. Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menekankan keunggulan produk lokal Bogor seperti talas dan durian (Duren), yang dikenal memiliki kualitas unggul. Ia menyampaikan:

> “Talas yang paling enak adalah talas Bogor. Duren yang paling enak adalah Duren Bogor, sampai Pak Harto membangun IPB di Bogor.”

Makna dari pernyataan ini bersifat simbolik sekaligus historis. Dedi Mulyadi ingin menunjukkan kebanggaan atas potensi lokal Bogor dan menegaskan bahwa kualitas Pertanian Bogor, seperti talas dan duren, diakui secara Nasional. Ia mengaitkannya dengan keputusan Presiden Soeharto (Pak Harto) yang membangun Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kota tersebut — seolah menunjukkan bahwa Bogor memang layak menjadi Pusat Pertanian dan Pendidikan agrikultur di Indonesia.

“Pak Prabowo itu selalu mengatakan jangan melanggar Hukum. Kalau melanggar Hukum tindak, itu Presiden yang merintahkan. Lakukan itu demi Siliwangi, demi Negara. Demi peradaban. Demi kemakmuran,” tegas Dedi Mulyadi.

Dedi menegaskan seorang Pemimpin harus berani mengambil langkah tegas. Tindak segala praktek yang melanggar aturan. Termasuk membongkar bangunan yang tidak memiliki izin, Tutupnya.

Penulis : Muhammad Andika Putra

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini