Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat Dugaan Tekanan Internal dan Peran Pihak Nonpegawai Warnai Polemik PONED Mulya Asri

Dugaan Tekanan Internal dan Peran Pihak Nonpegawai Warnai Polemik PONED Mulya Asri

1024
0

TULANG BAWANG BARAT – Polemik dugaan pemotongan dana Jasa Pelayanan (Jaspel) dan kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Puskesmas PONED Mulya Asri, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), terus menjadi sorotan.

Selain menyangkut pengelolaan anggaran, muncul pula dugaan adanya tekanan internal terhadap pegawai serta keterlibatan pihak yang disebut bukan bagian dari struktur resmi puskesmas dalam sejumlah kegiatan operasional.

Berdasarkan keterangan sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, situasi di lingkungan PONED Mulya Asri disebut kurang kondusif. Sumber tersebut mengungkap adanya sosok bernama Resmi yang diduga memiliki pengaruh dalam pengelolaan sejumlah kegiatan di puskesmas.

“Belanja barang dan jasa disebut diatur olehnya. Kegiatan BOK seperti lokmin lintas sektor hingga kegiatan PMT bahan dan makanan juga disebut berada dalam pengaturannya,” ujar sumber tersebut.

Sumber juga menyebut para pegawai disebut harus mengikuti arahan tertentu karena khawatir mendapat konsekuensi dari pimpinan.

“Pegawai merasa tidak leluasa bersikap karena ada kekhawatiran dilaporkan atau dipindahkan,” lanjutnya.

Selain itu, dugaan ketidaksesuaian dalam pembagian anggaran kegiatan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan insentif pegawai turut mencuat.

“Pembagian insentif dan dana kegiatan disebut tidak diberikan secara merata sebagaimana mestinya,” ungkap sumber.

Menanggapi hal tersebut, Resmi saat dikonfirmasi pada Selasa (5/5/2026) membantah tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia menegaskan dirinya bukan pegawai puskesmas dan hanya bekerja sebagai petugas kebersihan.

“Saya hanya bersih-bersih,” ujarnya singkat.

Ia juga membantah memiliki kewenangan dalam pengelolaan belanja maupun kegiatan puskesmas.

“Saya hanya jualan makanan seperti bakso dan makanan ringan kepada pegawai,” jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas PONED Mulya Asri belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai dugaan tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi secara berimbang sesuai kode etik jurnalistik.

*(Madi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini