Tulang Bawang Barat, – Kecelakaan antara kendaraan roda 4 jenis pick-up merek Gran max dengan sepeda motor Yamaha Mio dengan nomer polisi BE 3447 SG di Jalan Raya Tiyuh Karta Raharja, akibatkan seorang bayi usia 10 bulan harus dirawat insentif di Rumah Sakit karena kondisi yang kritis, Rabu 27/10/2021 lalu.
Dari informasi yang kami dapatkan, kejadian bermula saat sebuah Gran max pickup berwarna hijau bermuatan kayu keluar dari lokasi panglong menuju jalan raya, saat kondisi mobil masih ditengah badan jalan karena diduga hendak menyebrang sehingga melintang menutupi jalan, saat bersamaan sebuah motor Mio melaju dan tak bisa menghindari dan akhirnya menabarak bagian belakang mubil pickup tersebut yang bermuatan kayu panjang yang melebihi panjang bak.
Diketahui Korban balita bernama Aldafi Anggara 10 bulan, mengalami kritis dan dirawat di RS Muhammadiyah Metro.
Kejadian itu juga disampaikan Jenika Anggraini pengemudi motor (korban) yang juga ibu dari bayi tersebut yang merupakan warga Tiyuh Tanjung Selamat Pemekaran Karta Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU) kabupaten Tulang Bawang Barat.
Diceritakan Jenika Anggarini saat kami konfirmasi, dirinya mengatakan awal kejadian ketika dirinya saat itu hendak pulang menuju kerumahnya bersama orang tuanya Eka wati dan anak balitanya yang masih berusia 10 bulan menggunakan sepeda motor.
“Kami habis dari belanja kebutuhan rumah tangga di pasar kelurahan Daya Murni, saat kejadian saya yang mengemudikan motor, dan anak saya digendong oleh ibu saya dibelakang.
“Tepatnya didepan pertamini partashop Tiyuh kartaraharja, ada mobil Gran Max bermuatan kayu mendadak melaju menyeberang menutup jalan, seketika itu motor kami mengelakkan kayu yang menjulur kaluar dari bak mobil, sehingga menabrak bak samping mobil tersebut, kemudian kami terjatuh dan anak kami pingsan tidak sadarkan diri,”terangnya.

“Setelah saya melihat anak saya tidak sadarkan diri, kemudian saya menelpon menghubungi suami dan keluarga untuk memberi tahu bahwa kami mengalami musibah kecelakaan. Selanjutnya kami dibantu oleh warga sekitar diantar untuk berobat di puskesmas Tiyuh Kartaraharja,” tuturnya.
“Namun, setiba kami dipuskesmas tim medis menyarankan anak kami harus dirujuk ke Rumah sakit Asy-
Syifa medika Daya murni karena kondisi anak kami sangat buruk dan memperihatinkan saat itu juga kami langsung berangkat dirujuk ke rumah sakit yang dituju,”paparnya.
“Setelah tiba dirumah sakit yang dituju, anak kami langsung dilakukan tindakan oleh tim medis, selang beberapa menit ada perubahan sedikit kesadaran anak kami, namun tim medis juga menyarankan harus di rujuk ke rumah sakit didaerah Bandar Jaya dan metro
“Dari hasil penanganan tim medis anak kami harus dilakukan scaning dibagian kepalanya akibat benturan kejadian kecelakaan itu ada penggumpalan darah dibagian kepala kemudian kami langsung berangkat menuju Rumah sakit Muhammadiyah metro,” ucapnya.
“Setiba di rumah sakit, anak kami langsung di scaning, selang beberapa menit kemudian pihak rumah sakit memberitahu kami bahwa anak kami harus segera dilakukan operasi, karena hasil dari sekening ada gumpalan darah dan keretakan tulang dibagian kepala balita kami,” jelasnya dengan nada sedih.
Diketahui, setelah dioperasi selama tiga hari, dalam proses pengobatan di ruang ICU ada perubahan kondisi banyi mulai membaik namun tim medis tidak menjamin bahwa anak kami bisa normal seperti sedia kala.
“Tepatnya hari ke tiga (3) hari sabtu (30/10/2021) sekira 16.34,WIB kondisi fisik anak kami mengalami perubahan buruk anak kami tingkat kesadarannya menghilang, nafas tersenggal sengal,”paparnya.
Di hari ke empat pada hari minggu (31/10/2021) Sekira pukul 18.26.00.WIB ,kondisi bayi kami semakin memburuk keadaannya kritis,”singkat Jenika dengan Isak tangis.
Sementara itu, Darwin ayah dari sang pasien, saat kami minta keterangan mengatakan bahwa pihaknya sudah mengetahui pemilik mobil Gran max tersebut.
“Kami sudah tau pemilik usaha panglong dan mobil itu pak Kasno warga Kartaraharja, dan supirnya bernama Sudirman,” ucapnya.
Menurutnya, pihak pemilik mobil selama ini pernah mengutus Pak Rudi (Kepalo Tiyuh kartaraharja) untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga, hingga pak rudi datang untuk mengklaim biaya pengobatan melalui BPJS, namun pihak rumah sakit tidak berkenan karena kami sebelumnya sudah menandatangani surat pernyataan persetujuan biaya pengobatan anak kami malui jalur umum.
“Pihak pak kasno mengutus pak rudi, 4 hari yang lalu namun gagal mau mengklam pengobatan kami lewat BPJS, setelah gagal berupaya intinya mereka hanya mau membantu 50 persen untuk biaya pengobatan anak kami,” ucapnya.
Sementara itu menurutnya, pihak pemilik mobil ataupun pihak pengemudi mobil tersebut selama korban masuk dan dirawat dirumah sakit belum pernah datang. “Ini menyangkut keselamatan nyawa anak kami saat ini kondisinya keritis,” keluhnya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya selama ini belum melaporkan ke pihak yang berwajib polres tubaba mengingat pihaknya dan keluarga masih fokus terhadap kesembuhan anaknya yang saat ini kondisinya keritis,
“Kami belum memberitahu pihak kepolisian ataupun laporan secara resmi atas kejadian tersebut, kami dan keluarga besar berharap agar pihak kepolisian polres tubaba dapat segera melakukan tindakan TKP, dan memproses pihak pengemudi dan pemilik usaha sesuai aturan hukum yang berlaku,” harap ayah sang bayi /Darwin.
Lebih lanjut menurut Darwin tempat usaha panglong kayu tersebut sangat berdekatan dengan badan jalan, dan sangat membahayakaan bagi keselamatan masyarakat umum disaat melitas didaerah tersebut,singktanya.
Sementara berdasarkan hasil investigasi di tempat kejadian perkara, menurut warga sekitar kejadian naas kecelakaan itu berawal mobil Gran max melaju dari panggong bermuatan kayu.
“Kami melihat mobil itu pas di tengah -tengah jalan langsung ditabrak motor ‘ mio itu dari arah daya murni sementara mobil mau arah daya murni,
“Kami kasihan ada anak kecil kayaknya pingsang motor itu dibawa perempuan sementara anak kecil itu digendong ibuk-ibuk,” kami mau bantu tapi kami takut om,
Diketahui setelah kejadian itu, mobil pak kasno dibawa pergi, sementara motor yamaha mio di titipkan oleh pak kepalo rudi di rumah yang ada warung dekat cucian steam mobil,” kata handoko warga setempat.
Belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat,
(Madi us)






