Beranda Lampung Selatan Diduga Tak Sesuai Spesifikasi Teknis, Pekerjaan di Desa Bumi Asri Rawan Korupsi 

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi Teknis, Pekerjaan di Desa Bumi Asri Rawan Korupsi 

561
0

LAMPUNG SELATAN  – Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)  adalah tim yang membantu Kasi/Kaur dalam melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa yang karena sifat dan jenisnya tidak dapat dilakukan sendiri oleh Kasi/Kaur. Sebutan lain dari TPK adalah TPBJ (kepanjangan dari Tim Pengadaan Barang/Jasa). Penyebutan-penyebutan tersebut bagi Kami sah-sah saja. Artinya secara substansi, mau pakai istilah TPK atau TPBJ sama saja karena merujuk pada pihak yang sama, yakni Tim yang membantu pelaksanaan tugas dari Kasi (Kepala Seksi) dan Kaur (Kepala Urusan). Itu pengertian TPK beserta penyebutan lainnya.

Proyek Pembangunan Jalan Latasir di Dusun Tepus Wiasri Gg. Boiman – Sumali Desa Bumi Asri Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Yang Bersumber Dari Dana Desa (DD) Tahun 2024 Dengan Sebesar Anggaran Rp. 90.186.000, diduga tidak sesuai Spesifikasi teknis bahkan diragukan kwalitas pembangunan nya.

Berdasarkan hasil penelusuran Awak media Dilapangan, proyek pembangunan Latasir Lebar 2,5 Meter Panjang -+ 180 Meter tersebut memang ditemukan adanya ketidaksesuaian dalam ketebalan aspal yang ada, dimana aspal yang menempel pada badan jalan sangatlah tipis , Sehingga akan dengan mudah dapat di congkel terkelupas dan rontok, Rabu (11/9/2024).

Selain itu, tidak adanya lapisan pasir yang menutupi badan jalan, Latasir kelihatan putih itu menunjukkan campuran aspalnya kurang. Pemadatan kurang maksimal. Sehingga menghasilkan  volume ketebalan latasir kurang padat dan berongga. Hal tersebut juga terlihat dari permukaan yang tidak rata.

Sangat Disayangkan Boiman sebagai TPK  Desa Bumi Asri Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Ini diduga tidak menjalankan sebagai tupoksinya.

Pasalnya , saat di wawancarai, pekerjaan selesai dalam lima hari  namun tidak  tau jumlah pekerjanya (orang)  dalam perhari nya.

“Saya tidak ingat bang ya nanti saya lihat dulu dikantor desa berapa orang yang kerja dalam perharinya berapa pekerja dan globalnya,” Ujar Boiman.

Lebih lanjut saat di konfirmasi terkait ketebalan aspal berapa cm, dirinya mengatakan bahwa dirinya lupa.

“Saya lupa dan juga tidak tertera di papan proyek lagian juga saya disuruh rekan- rekan kerja papan proyek di copot dan saya simpan dirumah,”ungkap tpk lagi.

Kemudian saat di tanyakan habis berapa kubik atau berapa mobil untuk material, dirinya juga menyampaikan tidak tau atau lupa.

“Waduh.. Saya gak tahu dan lupa karna semua kwitansi ada dikantor Desa,” Tutup boiman.

Awak media masih terus menggali informasi lebih lanjut terkait temuan ini kepihak pihak terkait guna konfirmasi lebih lanjut.

(Irul-Tim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini