Beranda Info Lampung Pringsewu Diunggah di Media Sosial, Informasi Tidak Berimbang, Pemilik Toko Frozen di Pringsewu...

Diunggah di Media Sosial, Informasi Tidak Berimbang, Pemilik Toko Frozen di Pringsewu Berikan Klarifikasi 

682
0

PRINGSEWU, Sempat diviralkan atas tudingan penjualan 1 kg tepung chiken yang mengalami penurunan kualitas barang, karena di duga ada kutu dalam kemasan tepung tersebut, dan bukan ulat seperti apa yang di katakan pihak pembeli.

Saat dikonfirmasi (SR) sang owner toko Frozen menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Namun dirinya sangat menyayangkan atas unggahan video yang dinilai menyudutkan pihaknya pada akun Real Facebook Sahabat Alstro Shorts https://www.facebook.com/reel/850775549848026?s=chYV2B&fs=e&mibextid=6AJuK9
dan  sebelumnya juga sempat di unggah akun tiktok Aulia_gemoy.

Dirinya menceritakan sekaligus klarifikasi bahwa beberapa hari yang lalu ada salah satu pembeli di tokonya untuk membeli satu bungkus tepung terigu, merek tertentu, namun keesokan harinya datang kembali untuk komplain dan menanyakan mengapa barang yang di beli (tepung) terdapat ulat (menurut pembeli).

“Awalnya pembeli tersebut komplain ke kami, dan meminta uang kembali senilai 19 ribu, namun saya juga jelaskan bahwa pihak kami tidak mengetahuinya karena kita berpatokan masa berlaku (expaired) dalam kemasan masih berlaku, dan kami hanyalah toko yang juga mendapatkan barang dari pihak distributor, saat itu juga langsung kami pulangkan uang konsumen tersebut agar tidak terjadi kerugian pembeli, dan barang tersebut kami pisahkan” ucapnya Jum’at 10/11/2023.

Numun menurut pemilik toko, dirinya sangat menyayangkan mengapa video yang di unggah ke medsos tersebut tidak menerangkan bahwa kami sudah pulangkan uang sesuai keinginan pembeli, dan barang tersebut akan kami pisahkan untuk kami komplainkan ke pihak distributor atau pabriknya.

SR berharap pemilik akun media sosial tersebut segera memberikan informasi yang sebenarnya dan tidak menyudutkan sebelah pihak, sehingga nama baik kami tidak dicemarkan dengan unggahan video yang di potong dan terlebih lagi menjustice kami dengan menambahkan dubing voice yang menyudutkan pihak kami, seolah-olah uang pembeli tidak kami berikan sesuai keinginannya.

“Kami tidak tau mengapa video itu bisa di sebarkan, dengan informasi yang tidak berimbang, dan dari mana video tersebut, kami berharap untuk masalah ini bisa selesai dan di hapus unggahan (tidak berimbang informasi nya),” ujarnya.

Kedepannya, kalau permintaan maaf kami dan juga penjelasan dan klarifikasi kami tidak bisa di terima, mungkin hanya pihak aparat penegak hukum (kepolisian Cybercrime) yang bisa menyelesaikan dugaan pelanggaran undang-undang ITE ini.

“Mungkin kami akan membuat Laporan Kepolisian dengan pasal UU ITE,” dan pencemaran nama baik,” tuturnya.

Sementara itu, saat kami konfirmasi kepada pemilik akun tersebut, Jum’at 10/11/2023 melalui pesan inbox, belum ada jabawan dari mana mendapatkan video tersebut.

(DR)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini