TULANG BAWANG BARAT Lampung.sumselnews.co.id | Persoalan konflik tapal batas antara Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dengan Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terus berlanjut meski persoalan tersebut telah dibawa ke kementerian dalam negeri (Kemendagri). Warga harapkan pemerintah kabupaten Tubaba dapat mengambil sikap tegas untuk menghentikan aktifitas diperbatasan.
Masyarakat (Desa) Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulung Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung harapkan, pemerintah setempat, dapat mengambil sikap tegas untuk menghentikan aktifitas diperbatasan jembatan way pengacaran, yang diklaim oleh masyarakat adat Marga Buay Perja Sungkai Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara (Lampura) beberapa waktu lalu. Sebelum menimbulkan konflik.
Hal tersebut disampaikan
oleh beberapa warga Tiyuh Karta Tanjung Selamat salah satu perwakilannya Sofian selaku kaur keuangan tiyuh setempat kepada wartawan media ini, Jum’at (27/10/23).
Diutarakannya kepada awak media, bahwa saat ini sudah melakukan pengerjaan di perbatasan yang klaim oleh para tokoh marga bunga mayang yang menurutnya, akan dibangun sebuah gapura perbatasan.
“Jika pemerintah daerah tidak mengambil sikap untuk menghentikan pembangunan yang akan mereka lakukan, maka kami warga Tiyuh Karta Tanjung Selamat akan mengambil sikap sendiri untuk menghentikan kegiatan tersebut atau kami ikuti aturan pemerintah kabupaten Lampung Utara,”tegasnya.
Sebelumnya, tokoh adat marga bunga mayang bersama masyarakat mengklaim dengan menancapkan plang perbatasan Kabupaten Lampura dengan kabupaten Tubaba yang masuk dalam tiyuh Karta Tanjung Selamet, Kecamatan Tulang Bawang Udik, kabupaten Tubaba.
“Kami juga mempertanyakan kejelasan tapal batas yang diklik oleh masyarakat adat marga Bunga Mayang. Agar masyarakat tidak bingung, mereka tinggal di wilayah mana,”ucapnya.
Hingga saat ini, masyarakat setempat menunggu keputusan dan sikap tegas pemerintah kabupaten Tubaba atau provinsi Lampung, maupun pusat. Untuk menyelesaikan konflik perbatasan agar tidak menimbulkan bentrok dikedua belah pihak perbatasan.
“Kami minta dengan sangat kepada pemkab Tubaba segera ambil sikap atas kegiatan tersebut, sebab dengan adanya kegiatan ini warga jadi resah, dikhawatirkan terjadi konflik.”Pungkasnya. (MADI)






