Beranda BANTEN TANGERANG Langkah Bijak Wibowo Budi Utomo: Menyatukan Warga di Tengah Dinamika Pemilihan RW

Langkah Bijak Wibowo Budi Utomo: Menyatukan Warga di Tengah Dinamika Pemilihan RW

235
0

Kab.Tangerang, lampung.sumselnews.co.id

Pemilihan Ketua RW 04 di Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, sempat memunculkan dinamika ditengah Masyarakat. Di tengah perdebatan yang mencuat, Wibowo Budi Utomo salah satu calon kuat menunjukkan sikap kenegarawanan dengan memilih mundur demi menjaga persatuan dan keharmonisan Warga.

Langkah pengunduran diri ini diambil menyusul adanya keberatan dari sebagian Warga, khususnya RT 01 dan RT 02, yang mengedepankan Nilai-nilai kultural bahwa Ketua RW idealnya berasal dari Warga kelahiran asli Serdang Wetan. Meski alasan tersebut menuai diskusi luas, Wibowo justru menyikapinya dengan kepala dingin dan hati yang besar.

Keputusan tersebut diambil Wibowo setelah melalui musyawarah Kekeluargaan bersama para Tokoh Masyarakat dan perwakilan Warga dalam pertemuan yang digelar pada Sabtu Malam, 18 Mei 2025. Hasil pertemuan itu mencerminkan semangat kedewasaan berdemokrasi, menjunjung tinggi nilai persatuan, dan menghindari potensi konflik yang lebih besar.

“Saya percaya bahwa menjadi Pemimpin bukan hanya soal menang dalam pemilihan, melainkan juga tentang keberanian untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas ambisi pribadi. Demi menjaga ketentraman dan harmoni Warga, saya memilih untuk mengundurkan diri,” tutur Wibowo Budi Utomo.

Wibowo juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh warga, khususnya pendukung dari Perumahan Duta Asri RT 03, serta kepada panitia pemilihan, Kepala Desa, dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses ini. Ia juga memohon maaf apabila terdapat Hal-hal yang kurang berkenan selama pencalonannya.

Komitmennya terhadap kemajuan lingkungan tidak surut. Meski tidak melanjutkan pencalonan, Wibowo menyatakan dirinya tetap akan berkontribusi aktif dan mendukung berbagai kegiatan Warga yang bertujuan memajukan RW 04 dan Desa Serdang Wetan secara keseluruhan.

Bahkan, sebagai bentuk tanggung jawab dan jiwa besar, Wibowo siap menyelesaikan segala kerugian, baik materiel maupun inmateriel, yang mungkin timbul selama proses pencalonan secara Kekeluargaan. Sikap ini menunjukkan bahwa kepeduliannya terhadap lingkungan bukan sekadar wacana, melainkan nyata dalam tindakan.

Sikap Dewasa Wibowo mendapat apresiasi luas. Salah satu tokoh Masyarakat menyatakan, “Beliau adalah contoh sosok pemimpin sejati—yang menempatkan kepentingan Masyarakat di atas segalanya. Kami sangat menghormati keputusan dan kebesaran hatinya.”

Kepala Desa Serdang Wetan, Dodi Munanto, juga memberikan penjelasan bahwa penolakan terhadap Wibowo tidak berasal dari Panitia ataupun Pemerintah Desa, melainkan murni merupakan aspirasi Warga. Ia menegaskan, “Pak Wibowo telah mengambil langkah terpuji demi keutuhan bersama. Dan kami mengajak seluruh Warga untuk tidak lagi membuat pembedaan berdasarkan Asal-usul. Setiap Warga Serdang Wetan memiliki hak yang sama untuk membangun lingkungan.”

Peristiwa ini menjadi cerminan nyata bahwa Demokrasi tidak hanya tentang memilih, tapi juga tentang bagaimana kita menyikapi perbedaan dengan kebijaksanaan. Keputusan Wibowo Budi Utomo telah memperkuat Nilai-nilai gotong royong, musyawarah, dan kedamaian dalam Masyarakat.

Meski Ketua RW 04 yang baru belum ditentukan, Masyarakat Serdang Wetan telah mendapatkan satu pelajaran berharga—bahwa kehormatan seorang Pemimpin tidak hanya dilihat dari jabatan yang diraih, melainkan dari ketulusan hatinya dalam menjaga persatuan.

( Suparta )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini