PRINGSEWU –Kasus keberadaan batching plant proyek rigid beton di Jalan Raya Margomulyo, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, kembali menuai sorotan. Pasalnya, lokasi batching plant yang berdiri persis di tepi sungai dan berdekatan langsung dengan rumah warga dinilai telah menyalahi aturan lingkungan dan meresahkan masyarakat.
Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Pringsewu melalui Sekretarisnya, Darmawan, S.Kom, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai, kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena menyangkut kepentingan masyarakat banyak, baik dari sisi lingkungan, kesehatan, maupun kualitas pembangunan.
“Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Jangan sampai pembangunan yang dibiayai dari uang rakyat justru merugikan masyarakat. Kami mendesak pihak terkait, terutama Dinas PUPR Provinsi Lampung, segera turun tangan,” tegas Darmawan.
Menurutnya, batching plant yang terlalu dekat dengan pemukiman dan sungai berpotensi besar menimbulkan pencemaran. Debu semen dapat berdampak pada kesehatan warga, terutama anak-anak, sementara limbah cair dari pencucian alat berat berisiko mencemari aliran sungai.
Selain itu, LMP juga menyoroti indikasi pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai standar, seperti mutu beton yang diragukan serta pemasangan besi dowel yang tidak lengkap. Jika benar demikian, maka jalan yang dibangun dengan biaya besar dikhawatirkan cepat rusak.
“Kami meminta aparat penegak hukum dan instansi berwenang untuk serius menindaklanjuti persoalan ini. Jangan sampai terkesan ada pembiaran. Bila tidak segera ada langkah nyata, kami siap menggelar aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat,” tambahnya.
Hingga kini, Kepala Dinas PUPR Provinsi Lampung M. Taufiqullah, kontraktor CV Nacita Karya, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek belum memberikan klarifikasi terkait polemik yang terjadi. Diamnya pihak-pihak terkait justru menambah keresahan masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas batching plant tersebut.
LMP Pringsewu menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian dan solusi yang berpihak pada masyarakat.
Media ini, masih terus menggali informasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait guna konfirmasi selanjutnya.
(Red)






