LAMPUNG TENGAH http://Lampung.sumselnews.co.id | Kampung Rajawali Kecamatan Bandar Surabaya Dusun 05-06 jalan ladang menuju Dusun 07 ( tujuh) yang mana terdapat bangunan badan jalan yang di kerjakan warga sejak Akhir maret lalu, diduga bagunan siluman tanpa papan informasi publik.
Salah satu Tokoh masyarakat Kampung Rajawali Budi (40 tahun) akhirnya angkat bicara terkait bagunan buka jalan padat karya yang mana kurangnya transparan antara pemerintah kampung dengan masyarakat yang mana dipandang tidak ada papan informasi proyek dan dalam pengerjaannya, menggunakan sumber dana yang tidak di ketahui, sehingga masyarakat bingung siapa yang membiayai atas bangunan ini, dan dana dari mana sumbernya. Ujarnya
Budi melanjutkan, Anehnya lagi diduga aparatur kampung ini kurang transparan tentang semua pekerjaan di kampung ini, ada apa seolah – olah di rahasiakan, Sehingga sampai tidak di pasang papan informasiproyek Seperti di desa-desa lainnya. Terangnya
Seharusnya setiap bangunan di kampung harus ada papan informasi pengerjaan Sesuai dengan undang undang KIP tentang keterbukaan informasi publik yaitu UU no 14 tahun 2008 dan semestinya ini yang menjadi acuan dalam setiap pembangunan. Pungkasnya
Awak media mencoba konfirmasi ke salah satu wammlll warga buruh harian lepas BHL yang gak mau di sebutkan namanya warga Dusun 06.kami kerja di bayar pak satu hari 90 rb dan yang bayar bapak bayan ( kadus) kami kerja sudah dapat 10 hari, Ini. Dan terkait papan tulisan gak ada pak.. Klo masalh itu tanya saja bayan pak. Timpalnya saat di tanya.
Saat mengkonfirmasi bayan 06 ( enam) bapak Edi, di rumah nya iya mengatakan bahwa kami hanya kerja pak masalah hal papan proyek dan dana sumber dari mana saya gak tau. Yang jelas warga kami ada 10 org dan Dusun 04 ada 10 . Juga, terkait panjang bagunan itu 1520 meter pak. Itu sudah 10 hari kami kerja. Dan untuk aturan dan sumber dana itu pak carik yang tau semua saya hanya kerja pak.timpalnya saat menjelaskan ke awak media.
Saat awak media mencoba konfirmasi kepada kepala kampung YUONO lewat telpon seluler (HP) iya mengatakan masalah kerjaan saya sudah gak bisa ngolah lagi itu kerjaan saya serahkan ke bawahan saya semua saya gak bisa apa- apa lagi jelasnya silahkan pertanyakan ke bawahan saya. Ujar yuono saat di hubungi lewat hp.
Hingga Berita ini terbit carik dan pihak berkopeten lainnya masih belum bisa di upayakan konfirmasi.
Laporan : Dedi Irawan






