Bandar Lampung, lampung.sumselnews.co.id
Pembentukan Koperasi Desa ( Kopdes ) Merah Putih merupakan bagian dari upaya Pemerintah agar bisa membangun Koperasi dengan benar.
Untuk itu pembentukan Koperasi Desa ini diyakini mampu mengatasi berbagai persoalan ekonomi di Desa, dari kemiskinan ekstrem hingga pengangguran, Rabu ( 28/5/2025 ).
Koperasi Desa Merah Putih bertujuan untuk memperkuat pedesaan, mendukung Swasembada pangan, dan mewujudkan Desa Mandiri. Program ini akan menyediakan layanan seperti sembako murah, simpan pinjam, Klinik Desa, Cold Storage hasil Pertanian dan distribusi organik.
Provinsi Lampung memiliki 2.651 Desa dan Kelurahan, yang terdiri dari 2.446 Desa dan 205 Kelurahan, tersebar di 229 Kecamatan dan 15 Kabupaten/Kota.
Pada Tanggal 23 Mei 2025 yang lalu Provinsi Lampung telah membentuk satuan tugas percepatan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang dituangkan dalam keputusan Gubernur Lampung. Satgas ini akan ikut mengawal Tugas-tugas terkait dengan percepatan pembentukan Koperasi Desa di Provinsi Lampung ke depan, dan harapan kami sesuai dengan penjadwalan yang telah ditentukan pada Tanggal 30 Juni yang akan datang seluruh Kopdes Merah Putih di Provinsi Lampung seluruhnya segera berbadan Hukum.
Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa dana yang bakal dikucurkan sebesar Rp 3 Miliar ke Kopdes Merah Putih itu bukan bersifat bantuan. Namun dana tersebut merupakan plafon pinjaman dari Bank yang bisa digunakan oleh Kopdes Merah Putih untuk berwirausaha. Sebab selama ini, dana bantuan yang kerap diberikan tidak menjamin Koperasi dapat terus tumbuh dan memberikan kesejahteraan kepada seluruh Anggota dan Masyarakat.
“Maka dari itu kita ingin bisa berkembang, kita ingin maju. Kalau Koperasi dengan cara yang benarnya tidak berhasil, saya kira selamanya tidak akan ada Koperasi lagi. Karena usahanya sudah jelas ( Kopdes Merah Putih ), antara lain Agen pupuk, Pangkalan LPG, Warung sembako, nanti ada BRI Link. Ada kerja sama juga dengan PT POS untuk penyaluran Bansos-bansos. Ada kerja sama dengan Bulog, dan sebagainya, ujarnya Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia.
Hari ini kami dengan bangga hati juga, kami telah menyusun 100% dari musyawarah Desa. Dan Lampung menjadi Provinsi pertama yang mendukung kebijakan ini. Saat ini seluruh Desa/Kelurahan Provinsi Lampung 100% telah yang menyelenggarakan Musdes, dan lebih Insya Allah hari ini sekitar 50% sudah memenuhi administrasinya di Notaris, ungkapnya Wakil Gubernur Lampung.
Tentu harapan ke depan Koperasi ini kami harapkan bisa menjadi salah satu bagian instrumen dalam menghilirisasi Produk-produk Pertanian yang ada di Provinsi Lampung. Untuk itu kami menyambut positif dari program ini, Tutupnya.
Penulis : Muhammad Andika Putra







