Lampung Selatan – Pembangunan jaringan tower milik PT Centra di Desa Mekar Mulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, menuai sorotan warga. Pekerjaan yang masih berlangsung sejak awal September 2025 itu diduga tidak memenuhi standar keselamatan dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Sejumlah warga mengaku khawatir terhadap kondisi pondasi tower yang tampak ambles akibat hujan deras. “Kami takut tower ini roboh karena pondasinya sudah menggantung. Kalau sampai tumbang dan menimpa bangunan, siapa yang bertanggung jawab? Asuransi saja belum ada,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (3/9/2025).
Pantauan di lapangan, bagian pondasi tower terlihat mengalami retakan dan patah pada beberapa sisi. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi kekuatan konstruksi. Selain itu, pelaksanaan pekerjaan juga dinilai mengabaikan aspek keselamatan kerja. Beberapa pekerja terlihat mengerjakan bagian atas tower tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm maupun sepatu proyek.
Sementara itu, hingga kini kejelasan terkait perizinan pembangunan tower tersebut masih belum tuntas. Informasi yang dihimpun, dokumen izin baru dalam tahap proses dan belum dilengkapi persyaratan penting, seperti izin lingkungan dan jaminan asuransi bagi warga terdampak.
“Kami sudah tanyakan ke pihak perizinan, seharusnya sebelum mendirikan tower, perusahaan wajib melengkapi seluruh persyaratan, termasuk izin lingkungan dan asuransi,” jelas salah satu sumber dari instansi terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan maupun Kepala Desa Mekar Mulya belum memberikan keterangan resmi. Konfirmasi yang diajukan media melalui pesan singkat juga belum mendapatkan jawaban.






