TULANG BAWANG BARAT | LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID – Proyek pemasangan lampu jalan tenaga surya di Tiyuh Karta Raya, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, menuai keluhan dari masyarakat. Meski menghabiskan anggaran Dana Desa (DD) tahap pertama tahun 2025 sebesar Rp57 juta, warga menilai proyek tersebut belum memberikan manfaat yang maksimal.
Sebanyak 21 unit lampu jalan telah terpasang di sejumlah titik, namun sorotan cahayanya dianggap terlalu redup dan belum mampu menerangi area gelap secara efektif. Warga pun mengungkapkan kekecewaannya, menganggap hasil proyek jauh dari ekspektasi.
“Lampunya memang terpasang, tapi cahayanya tidak begitu membantu. Masih banyak jalan yang gelap, padahal anggarannya tidak kecil,” ujar salah satu warga setempat.
Menanggapi keluhan tersebut, Muslim selaku Inspektur Pembantu (Irban) Wilayah Lima Inspektorat Tubaba, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan ini.
“Terkait pemberitaan dan keluhan masyarakat, kami akan pelajari dan tindak lanjuti. Kepala tiyuh akan kami panggil untuk dimintai keterangan, dan proyek ini juga akan kami periksa secara reguler,” tegas Muslim.
Ia juga mengarahkan agar persoalan ini dikonfirmasi ke pihak kecamatan yang telah melakukan monitoring dan evaluasi sebelumnya.
Camat Tulang Bawang Udik, Iwan Setiawan, saat dimintai tanggapan, menjelaskan bahwa hasil monitoring dari pihak kecamatan menyatakan pelaksanaan proyek sudah sesuai dengan rencana awal.
“Kami sudah lakukan monev. Dari yang direncanakan, pelaksanaannya juga sama. Artinya direncanakan A, dilaksanakan juga A,” ujar Iwan singkat.
Meski demikian, hasil di lapangan masih menyisakan pertanyaan besar dari warga mengenai kualitas dan efektivitas penggunaan dana desa. Proyek penerangan jalan yang seharusnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat beraktivitas malam hari justru dinilai belum memberikan dampak signifikan.
Kritik warga ini menjadi catatan penting bagi seluruh pemangku kepentingan, bahwa transparansi, mutu, dan kebermanfaatan nyata dari program pembangunan desa harus menjadi prioritas utama.
(Madi)






