Beranda Bandar Lampung Mesuji Tanaman Singkong Diduga Dirusak PT SIP, Petani Miskin Mesuji Terancam Kehilangan Nafkah...

Tanaman Singkong Diduga Dirusak PT SIP, Petani Miskin Mesuji Terancam Kehilangan Nafkah dan Anak Kekurangan Gizi

3108
0

MESUJI | LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID  Seorang petani kecil dari kalangan ekonomi lemah di Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, melaporkan dugaan pengrusakan tanaman singkong miliknya yang diduga dilakukan oleh pihak PT SIP. Kasus ini menyita perhatian publik karena dampaknya tidak hanya berupa kerugian materi, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup keluarga korban, termasuk kondisi kesehatan anak-anaknya yang kini terancam kekurangan gizi.

Tanaman singkong tersebut merupakan satu-satunya sumber penghidupan keluarga petani tersebut. Hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari biaya makan sehari-hari, pendidikan anak, hingga kebutuhan kesehatan. Namun harapan itu diduga hancur setelah tanaman singkong di lahan garapan korban mengalami pengrusakan, Senin 22/12/2025.

Untuk membiayai proses penanaman singkong, korban disebut harus melakukan pengorbanan besar. Mulai dari pengolahan lahan, pembelian bibit, hingga pupuk, semuanya dilakukan dengan keterbatasan ekonomi. Warga setempat mengungkapkan, demi menutup biaya tanam, petani tersebut terpaksa mengalihkan dana kebutuhan pokok keluarga, bahkan mengorbankan uang untuk membeli susu dan asupan gizi anaknya.

“Kami tahu betul kondisi keluarganya. Demi biaya pupuk dan tanam, kebutuhan anak ikut terabaikan sampai kekurangan gizi. Kalau benar tanamannya dirusak, ini sungguh tidak manusiawi,” ujar salah satu warga Desa Talang Batu dengan nada prihatin.

Menurut keterangan warga, keluarga korban memang telah lama berada dalam kondisi ekonomi rentan. Meski demikian, petani tersebut tetap berjuang mengolah lahannya sendiri sebagai bentuk ikhtiar mempertahankan hidup. Namun perjuangan itu diduga berujung pada musibah ketika tanaman singkong yang menjadi tumpuan masa depan keluarga justru dirusak.

Warga menilai, dugaan pengrusakan tanaman singkong ini bukan sekadar persoalan kerugian materi, melainkan telah menyentuh aspek kemanusiaan, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap rakyat kecil. Petani kecil yang seharusnya mendapat perlindungan hukum justru diduga menjadi pihak paling dirugikan di tanah yang menjadi sumber kehidupannya sendiri.

Atas peristiwa tersebut, keluarga korban bersama masyarakat Desa Talang Batu telah menyampaikan laporan pengaduan (LP) kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait di Kabupaten Mesuji. Mereka mendesak agar kasus ini segera ditangani secara serius melalui penyelidikan yang objektif, transparan, dan berkeadilan.

“Jika benar terjadi pengrusakan, ini bukan perkara sepele. Ini menyangkut kelangsungan hidup satu keluarga miskin. Negara harus hadir dan tidak boleh diam,” tegas warga lainnya.

Masyarakat juga menyoroti pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan yang beroperasi di wilayah pedesaan. Mereka berharap PT SIP dapat bersikap terbuka, kooperatif, dan bertanggung jawab, serta menghormati hak-hak petani kecil yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SIP belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengrusakan tanaman singkong tersebut. Ketidakhadiran klarifikasi dari pihak perusahaan semakin menambah tanda tanya di tengah masyarakat.

Lebih jauh, warga berharap adanya perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang dikenal memiliki komitmen terhadap perlindungan dan kesejahteraan rakyat kecil. Kasus yang menimpa petani miskin di Desa Talang Batu dinilai mencerminkan masih lemahnya perlindungan terhadap petani kecil di lapangan.

“Kami percaya Presiden Prabowo berpihak pada rakyat kecil. Jangan sampai petani miskin terus menjadi korban di tanahnya sendiri. Kami berharap ada perhatian nyata agar aparat benar-benar bekerja melindungi rakyat,” ungkap seorang warga.

Masyarakat Desa Talang Batu berharap kasus ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemerintah pusat untuk memperkuat perlindungan hukum bagi petani kecil. Mereka menegaskan, keadilan, kepastian hukum, dan keberlangsungan hidup layak bagi petani kecil tidak boleh diabaikan.

Kasus ini diharapkan tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi ditindaklanjuti secara serius hingga memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi petani kecil dan keluarganya di Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji.

——-Laporan Sufiawan| Editor : DRM _Korwil Lampung—-

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini