Beranda BANTEN LEBAK Ajar Tantang Gubernur Banten Terpilih Bangun Jalan Rusak Poros Tengah Kabupaten Lebak

Ajar Tantang Gubernur Banten Terpilih Bangun Jalan Rusak Poros Tengah Kabupaten Lebak

1597
0

Lebak,  – Koordinator Aliansi Jalan Rusak (Ajar), Hadi Anwar Mutha, menantang Gubernur Banten terpilih untuk segera merealisasikan pembangunan jalan rusak berat di Poros Tengah Kabupaten Lebak, khususnya ruas Cihara-Cigemblong. Tantangan ini disampaikan pada Kamis (13/3/2025), sebagai bentuk keprihatinan terhadap kondisi infrastruktur yang belum merata di wilayah Lebak Selatan.

Hadi menyoroti bahwa meskipun Kabupaten Lebak telah berdiri selama 196 tahun, pembangunan masih mengalami ketimpangan, terutama dalam hal infrastruktur jalan yang sangat vital bagi masyarakat.

“Kami dari Ajar sangat menyayangkan bahwa selama puluhan tahun kepemimpinan Bupati Lebak, pembangunan belum merata. Aspirasi kami sejak 2020 hingga 2025 sudah disampaikan melalui berbagai cara, mulai dari audiensi, aksi demonstrasi, hingga upaya lainnya, tetapi hasilnya belum maksimal,” ujar Hadi.

Ia menegaskan bahwa kondisi jalan yang buruk sangat berdampak pada tiga aspek vital dalam kehidupan masyarakat, yakni perekonomian, pendidikan, dan kesehatan.

“Kami meminta sekaligus menantang Gubernur Banten untuk segera turun tangan membantu rakyat yang membutuhkan keadilan dan pemerataan pembangunan. Jalan adalah infrastruktur vital yang menentukan kemajuan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Bagaimana kesejahteraan bisa dicapai jika infrastruktur dasarnya saja masih diabaikan?” tegasnya.

Hadi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada DPRD Provinsi Banten untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), tetapi hingga saat ini belum mendapatkan respons positif. Jika diperlukan, ia bersama Aliansi Jalan Rusak (Ajar) siap mengajukan surat permohonan RDP langsung kepada Gubernur Banten.

“Kami sudah bersurat ke DPRD Banten, tapi belum ada tanggapan. Jika perlu, kami akan langsung mengajukan surat kepada Gubernur Banten demi kemajuan rakyat, khususnya Lebak Selatan yang selama ini kami anggap dianaktirikan,” pungkasnya.

Dengan pernyataan ini, Ajar berharap pemerintah provinsi segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kondisi jalan dan memberikan perhatian lebih kepada wilayah yang selama ini mengalami ketimpangan pembangunan.

(Tim biro Lebak)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini