Beranda Bandar Lampung Mesuji Bumi Perkemahan di Mesuji Jadi Sorotan: Murid Kocar-Kacir Akibat Hujan dan Dugaan...

Bumi Perkemahan di Mesuji Jadi Sorotan: Murid Kocar-Kacir Akibat Hujan dan Dugaan Pungli

840
0

MESUJI – Kegiatan perkemahan Pramuka di Bumi Perkemahan Desa Sumber Rejo, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Selasa (12/8/2025) sore, mendadak jadi sorotan publik. Bukan karena keseruan acaranya, melainkan karena cuaca buruk dan kondisi lokasi yang dinilai tidak layak.

Seharusnya para siswa menikmati kegiatan berkemah dengan riang gembira. Namun, hujan yang turun sekitar pukul 17.00 WIB membuat suasana berubah menjadi kepanikan. Lapangan perkemahan yang berlumpur memaksa banyak peserta mengungsi ke balai desa dan gedung sekolah terdekat.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa. “Yang kita tidak mengerti, banyak tempat yang layak untuk perkemahan, malah memilih tempat seperti ini,” ujarnya.

Warga lain bahkan mempertanyakan alasan pemilihan lokasi. “Ada apa dengan semua ini? Apa karena desa ini lagi viral, makanya dipilih di sini?” ungkapnya.

Selain persoalan lokasi, muncul pula keluhan soal dugaan pungutan liar (pungli). Berdasarkan informasi yang dihimpun dari narasumber, peserta diduga diminta membayar Rp3.000 hanya untuk menggunakan WC umum.

Kondisi ini memicu sorotan dan kritik dari masyarakat, yang berharap Pemerintah Kabupaten Mesuji lebih memperhatikan kelayakan lokasi kegiatan, serta memastikan tidak ada praktik pungli dalam penyelenggaraan acara yang melibatkan siswa.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak panitia penyelenggara. Tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Catatan Redaksi: Media ini menerima hak sanggah atau hak jawab dari pihak-pihak terkait sesuai Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Laporan|MKL/TIM)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini