Pesawaran – Pemerintah Kabupaten Pesawaran bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Tegineneng. Bupati Pesawaran Nanda Indira B turun langsung meninjau lokasi terdampak untuk memastikan kondisi warga sekaligus mempercepat proses penanganan pascabencana.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanganan Bencana Kabupaten Pesawaran, peristiwa angin puting beliung terjadi pada Sabtu sore (14/2/2026) setelah hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah tersebut. Cuaca ekstrem itu mengakibatkan kerusakan pada rumah warga, gangguan aliran listrik, serta akses jalan yang sempat terhambat akibat pohon tumbang dan tiang listrik roboh.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran pemerintah kecamatan bersama tim penanggulangan bencana langsung melakukan penanganan di lapangan. Camat Tegineneng Aep Alamsyah bersama Satgas Penanggulangan Bencana, dibantu aparat TNI-Polri dan masyarakat setempat, melakukan pembersihan pohon tumbang serta monitoring kondisi wilayah guna memastikan aktivitas warga kembali berjalan normal.
Upaya penanganan juga dilanjutkan pada Minggu (15/2/2026) oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Wildan bersama Kepala Pelaksana BPBD Pesawaran Sopyan Agani, yang kembali meninjau lokasi terdampak untuk memastikan pendataan serta kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
Dari hasil pendataan sementara, lima desa di Kecamatan Tegineneng terdampak bencana tersebut, yakni Desa Gedung Gumanti, Kejadian, Kresnowidodo, Sriwedari, dan Bumi Agung. Total tercatat sebanyak 132 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri dari dua rumah rusak berat, empat rusak sedang, dan sisanya rusak ringan. Hingga kini, petugas masih terus melakukan verifikasi data di lapangan.
Dalam kunjungannya, Bupati didampingi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pesawaran, Kapolres Pesawaran beserta jajaran, Kepala BPBD, Kepala Dinas Sosial, serta sejumlah pejabat terkait. Selain melihat langsung kondisi rumah yang rusak, Bupati juga berdialog dengan warga yang terdampak bencana.
Sebagai langkah penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyalurkan bantuan logistik kepada warga berupa 30 lembar asbes, delapan dus air mineral, delapan dus mi instan, serta 70 kilogram beras. Bantuan lainnya berupa 10 kasur, 15 selimut, 20 paket makanan siap saji, empat kardus lauk pauk berisi 100 paket, dua kardus makanan anak sebanyak 16 paket, serta satu paket peralatan dapur.
Selain itu, beberapa rumah warga juga mendapatkan tambahan material asbes untuk membantu percepatan perbaikan atap rumah yang rusak. Untuk rumah dengan kategori rusak berat, bantuan tambahan turut disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Tidak hanya rumah warga, sejumlah fasilitas pendidikan juga mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang dan pohon tumbang. Di antaranya SDN 29 Tegineneng yang mengalami kerusakan pada area parkir dan papan nama sekolah, serta beberapa bagian atap yang terangkat. Kerusakan juga terjadi di SDN 19 Tegineneng pada atap ruang perpustakaan dan satu ruang kelas.
Selain itu, SDN 23 Tegineneng mengalami kerusakan pada bangunan perumahan yang tidak terpakai akibat tertimpa pohon. Sementara di SMPN 6 Pesawaran, bagian atap ruang laboratorium rusak dan plafon ruang penjaga sekolah roboh, disertai banyak pohon tumbang di area sekolah. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di RA Maarif V pada bagian atap ruang belajar dan mushola.
Pada sektor peternakan, kandang milik warga bernama Sumeri di Dusun Talang Besar, Desa Gedung Gumanti, dilaporkan mengalami kerusakan total setelah tertimpa angin kencang. Hal serupa juga terjadi pada kandang ayam kemitraan milik PT Ciomas Adisatwa di Dusun Simpang 4 yang turut mengalami kerusakan berat.
Bupati Pesawaran menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan di wilayah terdampak serta memastikan bantuan tersalurkan secara tepat kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan beban warga yang terdampak. Pemerintah daerah akan terus berupaya membantu hingga kondisi masyarakat kembali pulih,” ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Suf / BBG






