TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID — Masyarakat Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kabupaten Tulang Bawang Barat, bersama warga Dusun Bawang Sepulau, Kabupaten Lampung Utara, berencana mendatangi pabrik singkong milik PT. Surya Intan Tapioka (SIT) pada Senin (3/11/2025).
Kedatangan mereka bertujuan untuk meminta penjelasan serta pertanggungjawaban perusahaan terkait dugaan pencemaran air limbah yang disebut-sebut menyebabkan sawah warga gagal panen di wilayah tersebut.
Menurut Madi, perwakilan warga Tiyuh Karta Tanjung Selamat, masyarakat hanya ingin mendapatkan kejelasan atas dampak yang mereka alami akibat aktivitas perusahaan.
“Kami hanya meminta kejelasan. Karena semua sudah tahu, akibat aliran limbah itu banyak sawah warga di sepanjang Way Tujok yang gagal panen,” ujar Madi kepada wartawan, Jumat (31/10/2025).
Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan warga Dusun Bawang Sepulau, Lampung Utara. Mereka menegaskan akan bersatu untuk menuntut kejelasan dan langkah konkret dari pihak perusahaan.
“Masalah ini sudah berlangsung lama. Kami juga heran, karena pihak DLH Lampung Utara baru turun ke lapangan berbulan-bulan setelah kejadian. Saat pengambilan sampel dilakukan, pabrik malah tidak sedang beroperasi,” ungkap salah satu warga.
Warga berharap pemerintah daerah serta instansi lingkungan hidup di dua kabupaten tersebut dapat turun tangan untuk memastikan penanganan masalah ini dilakukan secara transparan dan profesional, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT. Surya Intan Tapioka (SIT) terkait dugaan pencemaran tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pihak terkait guna mendapatkan informasi lebih lanjut dan berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik
Editor: Darmawan| Redaksi: Lampung.sumselnews.co.id






