Dirut Mahkota Gruop Kesepakatan Bersama Ciptakan Lingkungan Kerja yang Lebih Baik dan Kondusif Seluruh Buruh, (dok.NR)
JAKARTA | Direktur Utama Mahkota Gproup Tbk, Bpk, Usli Sarsi pengusaha sukses dibidang sawit yang juga Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sumatera Utara, Bidangi Pertanian dan Perkebunan, Usli Sarsi menyambut gembira keberhasilan pemerintah dalam membuktikan Diskriminasi oleh Uni Eropa (UE) dalam sengketa dagang kelapa sawit di Badan Penyelesaian Sengketa Organisasi Perdagangan Dunia (Dispute Settlement Body World Trade Organization/DSB WTO), Senin 17 Februari 2025.
“Kita sangat gembira Putusan Panel WTO (panel report) mengkaitkan isu perubahan iklim, sebagai dasar agar Uni Eropa tidak sewenang-wenang dalam memberlakukan kebijakan yang Diskriminatif,” ungkap Usli Sarsi kepada Analisa, hasil putusan panel tersebut kata Usli menyatakan, UE melakukan diskriminasi dengan memberikan perlakuan yang kurang menguntungkan terhadap biofuel berbahan baku kelapa sawit dari Indonesia dibandingkan dengan produk serupa yang berasal dari UE seperti rapeseed dan bunga matahari. UE juga membedakan perlakuan dan memberikan keuntungan lebih kepada produk sejenis yang diimpor dari negara lain seperti kedelai, Selain itu, Panel WTO menilai UE gagal meninjau data yang digunakan untuk menentukan biofuel dengan kategori alih fungsi lahan kelapa sawit berisiko tinggi (high ILUC-risk) serta ada kekurangan dalam penyusunan dan penerapan kriteria serta prosedur sertifikasi low ILUC-risk dalam Renewable Energy Directive (RED) II.
Dirut Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi, mengatakan “Hasil putusan panel UE diwajibkan untuk menyesuaikan kebijakan di dalam Delegated Regulation yang dipandang Panel melanggar aturan WTO,” ungkapnya dan mengharapkan pemerintah terus dapat memantau perubahan regulasi UE agar sesuai dengan putusan dan rekomendasi DSB WTO, khususnya terkait unsur diskriminasi, Menurut Usli, hasil putusan Putusan Panel WTO diharapkan akses pasar produk sawit Indonesia ke pasar UE yang selama ini sulit ditembus dapat terbuka luas dengan melakukan berbagai forum perundingan, dengan hasil putusan tersebut ekspor sawit Indonesia ke UE akan berpotensi meningkat.
Dirut Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi, bersama Dewan Pengurus Pusat Federasi Transportasi, Industri, Dan Angkutan (DPP-FTIA) akan meningkatkan kerjasama minggu lalu manajemen PT. ISA menerima DPP – FTIA dan Pengurus Komisariat (PK-FTIA) PT. Intan Sejati Andalan melakukan temu ramah dan sosial dialog dengan manajemen PT.Intan Sejati Andalan dihadiri general manager Adi Susanto Teo, pada Senin, 10 Februari 2025. Pertemuan ini berlangsung di kantor PT. Intan Sejati Andalan, Desa Sobanga, Kecamatan Bathin Solapan, Duri XIII, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Dirut Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi, mendukung temu ramah dan sosial dialog ini dan dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI), Dalam suasana musyawarah dan mufakat, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan bersama yang mengakomodir kepentingan perusahaan dan buruh, tutur Usli Sarsi.
Dirut Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi mengatakan akan menindak jajaran manajemen PT. ISA jika ada yang mengabaikan tanggung jawab kepada karyawannya, utk itu bahwa kesepakatan bersama ini merupakan langkah positif dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, dinamis, kondusif dan berkeadilan. “Kami mengapresiasi keterbukaan manajemen PT. Intan Sejati Andalan dalam merealisasikan aspirasi buruh dan berkomitmen untuk menciptakan kerjasama dalam hubungan industrial dengan pengurus komisariat Federasi Transportasi, Industri, Dan Angkutan serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik,” ujar Usli Sarsi.
Dirut Mahkota Group Tbk, Usli Sarsi, mendukung manajemen PT. Intan Sejati Andalan juga menyambut baik hasil temu rakah dan social dialog ini dan berharap kerja sama yang baik antara perusahaan dan Pengurus Komisariat Federasi Transportasi, Industri, Dan Angkutan dapat terus terjalin demi produktivitas dan kesejahteraan bersama. (NUR)






