Beranda Berita terkini Kasus Perundungan Remaja Putri di Gadingrejo, Polres Pringsewu ; Motif Diduga Konflik...

Kasus Perundungan Remaja Putri di Gadingrejo, Polres Pringsewu ; Motif Diduga Konflik Asmara 

2192
0

tangkapan layar Video kasus perundungan remaja di Gadingrejo, (dok.DrM


Published By. Darmawan


PRINGSEWU [ LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID ] – Kepolisian Resor (Polres) Pringsewu tengah melakukan penyelidikan atas dugaan kasus perundungan terhadap seorang remaja putri yang terjadi di wilayah Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Kapolres Pringsewu, AKBP Yunnus Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memeriksa tujuh orang saksi guna mengumpulkan informasi seputar peristiwa tersebut.

“Sejauh ini sudah tujuh saksi yang kami mintai keterangan,” ujar AKBP Yunnus saat dikonfirmasi pada Minggu, 20 April 2025.

Insiden perundungan tersebut dilaporkan terjadi pada Jumat malam, 18 April 2025, di sebuah lapangan yang berada di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo. Dugaan awal menyebutkan bahwa motif perundungan berkaitan dengan konflik asmara antara para remaja yang terlibat.

Meski demikian, Kapolres menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami secara rinci akar permasalahan yang melatarbelakangi tindakan perundungan tersebut. Hal ini disebabkan korban belum sempat dimintai keterangan secara langsung oleh penyidik.

“Sementara ini kami menduga ada unsur perebutan teman pria atau kecemburuan. Tapi belum bisa dipastikan karena korban belum kami periksa. Saat laporan dibuat, hanya orang tua korban yang hadir,” jelasnya.

Kasus ini menjadi sorotan setelah video perundungan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, tampak seorang remaja putri mengalami kekerasan fisik oleh beberapa pelaku, meski korban sudah menangis dan memohon ampun.

“Tolongin aku, maaf mbak, maaf,” terdengar suara korban dalam video yang viral tersebut.

Lebih dari itu, salah satu pelaku bahkan memaksa korban untuk bersujud dan mencium kakinya. “Sujud lu, sujud,” terdengar dalam rekaman yang menyayat hati.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa korban berinisial CHF (14), seorang pelajar asal Kecamatan Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Sementara nama salah satu terduga pelaku disebutkan sebagai Intan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga korban.

Saat ini, pihak kepolisian masih melanjutkan proses penyelidikan dan menunggu kesempatan untuk memeriksa korban serta para terduga pelaku guna mengungkap secara utuh kronologi dan motif kejadian.

(Davit/Darmawan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini