Bandar Lampung – Provinsi Lampung kembali menunjukkan kekuatannya sebagai sentra industri tapioka nasional dengan melepas ekspor perdana sebanyak 3.330 ton tepung tapioka ke Tiongkok. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hilirisasi komoditas singkong sekaligus memperluas pasar ekspor produk unggulan daerah.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong pengembangan industri singkong agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain memperkuat pasar ekspor, Pemprov Lampung juga mengembangkan ekosistem industri singkong melalui pembangunan National Cassava Center, peningkatan kualitas bibit, serta modernisasi alat dan mesin pertanian guna meningkatkan daya saing di pasar global.
Deputi Bidang Karantina Tumbuhan, Drama Panca Putra, memastikan produk tapioka Lampung telah memenuhi standar internasional sehingga layak bersaing di pasar dunia. Sementara itu, pelaku usaha optimistis permintaan dari negara lain akan terus meningkat setelah keberhasilan ekspor ke Tiongkok.
Ekspor perdana ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi Lampung dalam memperluas pasar internasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok produk olahan singkong berkualitas di dunia.






