Ilustrasi gambar/dok.drm
PRINGSEWU – Duka mendalam keluarga pasien RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu berubah menjadi kekecewaan serius. Keluarga mengeluhkan lambannya pelayanan rumah sakit setelah ambulans untuk membawa jenazah tak kunjung datang hingga berjam-jam pasca dinyatakan meninggal dunia.
Pasien bernama Marhamah (70) dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSU Mitra Husada. Almarhumah sebelumnya dirawat berdasarkan hasil diagnosis medis dari pihak rumah sakit.
Namun, setelah pasien meninggal dunia, keluarga justru harus menunggu lama untuk proses pemulangan jenazah. Ambulans rumah sakit yang dijanjikan tak kunjung tersedia, meski keluarga telah menyampaikan permohonan secara resmi kepada petugas.
Berdasarkan keterangan keluarga, hingga pukul 10.29 WIB, ambulans belum juga datang. Situasi ini memicu protes dari pihak keluarga yang merasa pelayanan rumah sakit tidak menunjukkan empati di tengah suasana duka.
“Sejak dinyatakan meninggal dunia, kami sudah menunggu ambulans. Tapi lebih dari satu jam tidak ada kejelasan,” ujar Rawi, salah satu anggota keluarga almarhumah.
Keluarga mengaku telah menyampaikan keberatan langsung kepada petugas penanganan jenazah. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil, dan tidak ada kepastian waktu kedatangan ambulans.
Merasa tidak mendapatkan respons yang memadai, keluarga akhirnya mengambil langkah lain dengan menghubungi langsung Bupati Pringsewu untuk menyampaikan keluhan mereka terkait pelayanan rumah sakit.
Tak lama setelah pihak keluarga menghubungi Bupati Pringsewu, ambulans akhirnya dapat direalisasikan dan jenazah almarhumah dibawa pulang ke rumah duka.
Meski demikian, keluarga tetap menyayangkan kejadian tersebut. Mereka menilai pelayanan rumah sakit, khususnya dalam penanganan jenazah, seharusnya dilakukan secara cepat, manusiawi, dan penuh empati tanpa harus melibatkan pihak lain di luar rumah sakit.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien tersebut. Awak media masih terus menggali informasi lebih lengkap guna konfirmasi selanjutnya.
(DR)






