Ilustrasi gambar/DRM
PRINGSEWU | http://LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID | Duka mendalam keluarga almarhumah Marhamah (70), pasien RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu, sempat berubah menjadi kekecewaan akibat lambannya pelayanan rumah sakit dalam proses pemulangan jenazah. Peristiwa tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, yang memerintahkan dinas terkait untuk menegur pihak rumah sakit.
Pihak keluarga menyampaikan kepada wartawan bahwa Bupati Pringsewu secara langsung menghubungi keluarga melalui sambungan telepon. Dalam komunikasi tersebut, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami keluarga serta turut berdukacita atas wafatnya almarhumah Marhamah.
Selain menyampaikan empati, Bupati Pringsewu juga menegaskan bahwa kejadian tersebut akan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai kewenangan dan mekanisme yang berlaku, termasuk memberikan teguran kepada pihak RSU Mitra Husada agar pelayanan kesehatan ke depan berjalan lebih baik, cepat, dan humanis.
“Kami dihubungi langsung oleh Bupati Pringsewu. Beliau menyampaikan permintaan maaf, turut berdukacita, dan menyampaikan bahwa hal ini akan menjadi perhatian pemerintah daerah serta akan ditindaklanjuti melalui dinas terkait,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban, Kamis (01/01/2026).

Sebelumnya, almarhumah Marhamah dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSU Mitra Husada. Namun, pihak keluarga harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan ambulans guna membawa jenazah ke rumah duka. Hingga pukul 10.29 WIB, ambulans yang dijanjikan pihak rumah sakit belum juga tersedia.
Berdasarkan keterangan sumber dari pihak keluarga, saat proses penantian tersebut diketahui terdapat ambulans lain milik RSU Mitra Husada yang terparkir di area rumah sakit. Namun, menurut penjelasan petugas rumah sakit kepada keluarga, ambulans tersebut tidak dapat digunakan karena tidak tersedia sopir. Keluarga kemudian diminta menunggu ambulans lain atau ambulans yang memiliki sopir.
Sumber yang sama juga menjelaskan bahwa setelah pihak keluarga menghubungi Bupati Pringsewu, ambulans yang akhirnya digunakan untuk membawa jenazah almarhumah ke rumah duka merupakan ambulans dari luar RSU Mitra Husada, bukan ambulans milik rumah sakit tersebut.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan pihak keluarga yang menilai pelayanan rumah sakit kurang menunjukkan empati di tengah suasana duka. Salah satu anggota keluarga, Rawi, menyampaikan bahwa sejak almarhumah dinyatakan meninggal dunia, pihak keluarga telah meminta ambulans, namun tidak mendapatkan kepastian hingga akhirnya menghubungi Bupati Pringsewu.
Meski jenazah akhirnya dapat dipulangkan ke rumah duka, pihak keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang. Mereka menekankan bahwa pelayanan penanganan jenazah seharusnya dilakukan secara cepat, manusiawi, dan penuh empati tanpa harus menunggu adanya intervensi dari pihak lain.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSU Mitra Husada Kabupaten Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Awak media masih membuka ruang konfirmasi, klarifikasi, serta hak jawab atau sanggahan dari pihak rumah sakit guna menjaga keberimbangan dan akurasi informasi sesuai Kode Etik Jurnalistik.
Penulis: (DRM / Kompetensi Dewan Pers )






