Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat Diduga Jadi Ajang Bisnis, Program Ketahanan Pangan Tiyuh Gading Kencana Tubaba Dipertanyakan 

Diduga Jadi Ajang Bisnis, Program Ketahanan Pangan Tiyuh Gading Kencana Tubaba Dipertanyakan 

1687
0

 

Tulang Bawang Barat, Lampung.SumselNews.co.id – Program Ketahanan Pangan berbasis Kandang, Kolam, Kebun, dan Wisata (K3W) Tahun 2024 di Tiyuh Gading Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung, menuai sorotan. Program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan ini diduga menjadi ajang bisnis yang menguntungkan bagi oknum tertentu, termasuk Kepala Tiyuh setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program ketahanan pangan yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) sebesar 20% dari total anggaran tahun 2024, telah direalisasikan melalui berbagai kegiatan. Di antaranya pembangunan jalan usaha tani sepanjang 650 meter dengan anggaran Rp103.000.000, pengadaan 20 ekor kambing senilai Rp40.000.000, serta pembelian bibit ikan lele dan bibit tanaman sayuran dengan pagu anggaran Rp27.000.000.

Namun, pelaksanaan program tersebut di Tiyuh Gading Kencana dinilai tidak menyentuh langsung masyarakat secara merata. Salah satu contohnya adalah pembagian kambing yang hanya diberikan kepada para Ketua RT.

Saat dikonfirmasi, Turaji, Ketua RK 02, membenarkan bahwa penerima bantuan kambing adalah para Ketua RT. Ia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan hasil keputusan musyawarah bersama.

“Untuk sementara, kambing dipelihara oleh para RT dulu. Nanti kalau sudah beranak, baru babonnya digulirkan ke masyarakat. Ini sistem bergulir,” ujarnya sembari menunjukkan kambing yang dimaksud.

Senada dengan itu, Ketua RT 06 yang juga menjadi penerima bantuan kambing mengaku alasan utama belum langsung diserahkan kepada masyarakat adalah untuk menghindari kecemburuan sosial.

“Kalau sekarang langsung dibagikan ke warga, takutnya timbul iri hati. Jadi kami rawat dulu, nanti baru digulirkan,” jelasnya.

Di tempat berbeda, salah satu warga penerima bantuan bibit ikan lele mengungkapkan bahwa ia menerima bantuan sebanyak tujuh gelas bibit ikan lele dan 20 kg pakan.

Sementara itu, Kepala Tiyuh Gading Kencana, Isyah Anshori, didampingi bendahara tiyuh Rozi, justru mengklaim bahwa program ketahanan pangan di wilayahnya menjadi percontohan tingkat kabupaten.

“Alhamdulillah, Tiyuh Gading Kencana menjadi satu-satunya tiyuh yang dijadikan percontohan oleh Inspektorat bahkan diminta oleh pihak Kejaksaan Negeri kemarin. Mungkin karena laporan kami lengkap,” ujar Rozi.

Lebih lanjut, Rozi juga memaparkan bahwa anggaran ketahanan pangan tahun ini digunakan untuk pembangunan jalan usaha tani sepanjang 1.000 meter, melebihi panjang yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yaitu 650 meter. Pekerjaan itu meliputi pembangunan gorong-gorong sepanjang tujuh meter dan penimbunan tanah.

“Penyedia alat beratnya adalah Sopian. Proses pembayaran dilakukan oleh kepala tiyuh dan TPK yang langsung menyerahkan uang ke penyedia,” tambahnya.

Meski demikian, dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program ini tetap menjadi perhatian masyarakat. Transparansi dan keadilan dalam distribusi bantuan menjadi sorotan, terutama dalam hal siapa saja yang layak menerima manfaat dari program ketahanan pangan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Inspektorat maupun Kejaksaan terkait status “percontohan” yang disematkan pada Tiyuh Gading Kencana. Masyarakat berharap agar program tersebut benar-benar membawa manfaat dan tidak diselewengkan demi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.

(Madi )

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini