Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat KWH Meter Diganti Oknum Dengan Biaya, Warga Tubaba Keluhkan Dugaan Pungli Petugas...

KWH Meter Diganti Oknum Dengan Biaya, Warga Tubaba Keluhkan Dugaan Pungli Petugas PT.PLN

2024
0

Situasi Sejumlah Warga Sumberjo kec.Tumijajar Kabupaten Tubaba, Lampung Yang Keluhkan Oknum Nakal Petugas PLN, Selasa 17/01/2023.(dok.Madi)


TULANG BAWANG BARAT Lampung.sumselnews.co.id | Merasa menjadi korban dugaan pungli oleh oknum dan buruknya pelayanan pihak PT.PLN Pulung Kencana, ratusan warga mendatangi Balai Tiyuh Sumberjo Kecamatan Tumijajar Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.

Kehadiran mereka untuk mengadukan nasib mereka kepada pihak Tiyuh guna mediasi dan meminta penjelasan dari pihak PLN, Selasa 17/01/2023.

Dalam keterangan yang disampaikan beberapa warga atau pelanggan PLN, dalam mediasi yang dihadiri pihak PLN setempat,  oknum PLN tanpa pemberitahuan mengganti KWH meter tanpa ada kordinasi dengan pelanggan.

Yang lebih membuat warga kesal dan marah, oknum PLN setempat meminta sejumlah uang dengan dalih ada biaya pergantian kWh meter yang bermasalah.

Hal tersebut yang disampaikan salah satu warga suku 1 Ali Ahmad Fauzi, mengatakan bahwa sebelumnya di  mushola suku 1 tiyuh setempat, sudah tiga kali di ganti KWH listrik oleh oknum PLN dengan diminta sejumlah uang oleh petugas.

“Di tempat suku 1 di mushola sudah ada tiga kali di ganti KWH nya yang pertama karena rewel langsung saya laporkan dan disitu di minta biaya yang kedua kita tidak minta penggantian KWH namun pihak PLN mengatakan KWH ini sudah lama jadi harus di ganti yang baru dan juga di Mita biaya  seratus ribu dan kami kasih lima puluh ribu mereka tidak mau tapi kami Minta dengan memohon-mohon kepada mereka kami memberi lima puluh ribu aja”jelas nya Ali Ahmad dengan nada geram.

Masih di tempat yang sama salah satu ibu rumah tangga yang ikut mendatangi balai tiyuh menyampaikan keluhannya kepada pihak PLN yang dinilai semena-mena melakukan penggantian KWH tapa memberi tahu dulu.”waktu mereka melakukan penggantian KWH sudah saya bilang saya tidak mau namun mereka tetap saja mengganti KWH itu, hingga di paksa untuk menggantinya,” ungkapnya

Warga juga kesal, pasalnya, tiba-tiba melakukan penggantian KWH meter di desa itu, tanpa kesepakatan terlebih dahulu dengan pelanggan. Hal itu diperparah lagi dengan permintaan biaya penggantian tersebut sebesar Rp 100 ribu per KWH.

“Yang memberatkan kami warga sehingga lebih kesalnya lagi, selain  penggantian KWH, mereka juga meminta uang sebesar Rp 100 ribu satu KWH nya,”tutur masyarakat.

Bahkan mereka tidak mengetahui perihal ada petugas PLN lakukan pergantian atau pencopotan kWh di Tiyuh, membuat masyarakat merasa kesal dan  tersinggung.

“Mestinya PLN dan Kepala Tiyuh memberitahukan dahulu pada masyarakat, Termasuk seperti apa mekanisme penggantian tersebut, apa penyebab sehingga harus diganti, dan siapa yang ditugaskan,” tandas masyarakat yang kesal.

Ada juga Mulyono mengatakan, masalah yang dihadapi masyarakat bahwa pihak dari PLN tidak permisi dahulu akan Menganti  kWh.

“kWh tiba-tiba di cabut dengan pihak PLN, disaat saya tidak di rumah, keterangan Pak Rk itu sudah peraturan dari Bapak presiden . Kami maunya kWh kembali di pasang dan buka pemblokiran nya,” seru warga.

Sementara itu, penjelasan terkait keluhan masyarakat disampaikan pihak PLN Setempat Ita bahwa, untuk pergantian KWH meter dari KWH lama menjadi KWH modern merupakan program dari PLN guna inovasi terbaru.

Namun terkait dugaan pungli dan adanya biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan, pihaknya menyangkal dan memberikan keterangan bahwa pergantian KWH meter tersebut gratis tanpa biaya.

Menurut Ita, adanya dugaan pungutan oleh oknum petugas, merupakan pelanggaran yang dilakukan oknum. Dirinya menghimbau kalau ada oknum petugas yang meminta bayaran, agar melaporkan ke PLN terdekat atau pihak kepala Tiyuh.

“PLN tiap tahun selalu berinovasi, serta memperkenalkan produk baru kita,” kata Ita.

Saat perwakilan dari PLN akan meninggalkan tempat di mana terjadi kegeraman warga, dikonfirmasi oleh pihak media ia menjelaskan.

“Boleh saya akomodir, saya buru-buru nanti saya kordinasi dengan Bang Wira ketua PWI provinsi Lampung,” pungkasnya. (Madi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini