Beranda Pringsewu DPRD Pringsewu P3KP Audiensi Perdana dengan DPRD Pringsewu

P3KP Audiensi Perdana dengan DPRD Pringsewu

653
0

P3KP Audiensi Perdana dengan DPRD Pringsewu, Senin 14/04/2025 


PRINGSEWU – Setelah 16 tahun sejak terbentuknya Panitia Persiapan Pemekaran Kabupaten Pringsewu (P3KP), untuk pertama kalinya organisasi tersebut berkesempatan melakukan audiensi resmi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pringsewu, pada Senin (14/04/2025).

Audiensi yang berlangsung di ruang rapat utama DPRD ini menjadi momen penting bagi P3KP untuk menyampaikan berbagai aspirasi, evaluasi pembangunan, serta harapan terhadap masa depan Kabupaten Pringsewu.

Ketua Umum P3KP, Wanawir, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan ini dan menyoroti pentingnya menjaga semangat awal perjuangan pemekaran daerah. Ia juga memaparkan sejarah terbentuknya Kabupaten Pringsewu sebagai bentuk pengingat atas perjuangan kolektif yang panjang.

“Di momen audiensi perdana ini, kami hanya berharap Pringsewu ke depan bisa lebih maju dan masyarakatnya makmur, sesuai cita-cita perjuangan P3KP hingga terbentuknya kabupaten ini,” ujar Wanawir.

Salah satu sorotan utama dalam pertemuan ini adalah persoalan infrastruktur, yang menurut P3KP saat ini menjadi keluhan utama masyarakat. Selain itu, juga dibahas isu peningkatan sektor UMKM, Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta upaya optimalisasi pajak daerah.

Ketua Harian P3KP, Imop Sutopo, menambahkan keprihatinannya terhadap lambannya kemajuan daerah. Ia menyoroti pentingnya menghayati dan mengamalkan semboyan daerah Jejama Secancanan, terutama di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Seandainya para pejabat memahami makna Jejama Secancanan dan mengamalkannya, saya yakin tidak akan terjadi peristiwa-peristiwa yang membuat masyarakat kecewa, seperti kasus Sekda misalnya,” ucapnya.

Dalam audiensi tersebut, P3KP juga menyampaikan rencana penerbitan buku sejarah resmi terbentuknya Kabupaten Pringsewu. Hal ini untuk meluruskan data sejarah yang selama ini dinilai tidak akurat, termasuk upaya mengembalikan dua nama tokoh penting yang hilang dalam catatan sejarah—Imop Sutopo dan Muhajir.

Ketua DPRD Pringsewu, Suherman, merespons positif semua masukan yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan segera meminta Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) untuk membentuk tim verifikasi sejarah.

“Bentuk tim untuk memverifikasi sejarah pendiri Pringsewu, agar tidak ada lagi nama-nama yang terabaikan. Ini penting untuk meluruskan sejarah,” tegas Suherman.

Menutup audiensi, P3KP juga memohon dukungan DPRD untuk membantu memfasilitasi renovasi sekretariat P3KP yang dinilai sudah tidak layak pakai.

“Kami ingin sekretariat yang nyaman dan representatif,” pungkas Wanawir.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal sinergi baru antara P3KP dan DPRD dalam membangun Pringsewu menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi

—Penulis/Editor: Darmawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini