Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat Polemik Tapal Batas, Ratusan Warga TBU Gelar Aksi Damai 

Polemik Tapal Batas, Ratusan Warga TBU Gelar Aksi Damai 

1346
0

TULANG BAWANG BARAT Lampung.sumselnews.co.id | Ratusan warga Desa/Tiyuh Karta Tanjung Selamat, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung yang berbatasan langsung dengan Desa Banjar Negri, Kecamatan Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara Kamis (2/11), menggelar aksi damai di kantor Kecamatan Tulang Bawang Udik.

 

Aksi damai tersebut dalam rangka meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tubaba agar lebih arif dalam melakukan penyelesaian tapal batas antara dua Kabupaten, yakni Lampura dengan Tubaba, yang sejak beberapa tahun terakhir terus menjadi polemik, yang diklaim oleh masyarakat adat Marga Buay Perja Sungkai Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara (Lampura) beberapa, waktu lalu.

 

Korlap aksi damai Aswar Irawan, dalam orasinya mengatakan, aksi tersebut merupakan wujud aspirasi dari masyarakat setempat kepada Pemerintah Tubaba agar lebih arif dalam menentukan masalah tapal batas antara dua kabupaten bertetangga.

 

“Pemerintah Tubaba agar segera menyelesaikan persoalan tapal batas ini,” katanya.

 

Masalah tapal batas dua kabupaten Tubaba, Lampura, memang dikhawatirkan akan memicu konflik antar masyarakat yang berada di kawasan perbatasan. Untuk itu, pemerintah harus melakukan langkang kongkret menyelesaikan sengketa perbatasan yang masuk dalam zona abu-abu tersebut.

 

Dalam aksi damai itu, korlap Aswar Irawan, terutama menyinggung tentang pembangunan gapura di Tiyuh Karta Tanjung Selamat Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tubaba. Dia mengatakan, meminta kepada Pemerintah dan polres Tubaba agar dapat memberhentikan aktivitas pembangunan gapura yang dilakukan oleh masyarakat adat Marga Buay Perja Sungkai Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara.

 

Padahal, lanjut dia, belum ada keputusan mengikat terkait masalah tersebut. Kondisi ini dikhawatirkannya akan menimbulkan ketegangan masyarakat antara dua kabupaten bertetangga.

 

“Kami yakin dan percaya pemerintah kabupaten Tubaba akan menyelesaikan tapal batas dengan mengedepankan asas keadilan dan kebijaksanaan,” teriaknya.

 

Aksi damai tersebut berakhir sekitar pukul 11.00 WIB dengan tertib dan damai. Sebanyak kurang lebih 50 personel Polres Tubaba juga ikut mengamankan aksi tersebut.

 

Untuk diketahui, Pemkab dan polres Tubaba berjanji dalam waktu sesingkat ini akan menyelesaikan dan menghentikan segala kegiatan pembangunan gapura yang dapat memicu konflik antar masyarakat.

 

Masyarakat Tubaba diminta bersabar hingga selama proses penyelesaian berjalan. (Madi).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini