Tulang Bawang Barat — Sikap oknum pengawas proyek Rehabilitasi Sesat Agung Islamic Center Tulang Bawang Barat (Tahap II) yang tengah dikerjakan oleh CV Aruwana Karya Abadi, dengan nilai kontrak mencapai Rp1.958.016.000, menuai sorotan publik dan para jurnalis.
Oknum pengawas berinisial R tersebut diduga bersikap arogan ketika awak media mencoba meminta konfirmasi terkait perkembangan pekerjaan. Bukannya memberikan jawaban informatif sebagaimana seharusnya, R justru merespons melalui pesan suara WhatsApp dengan nada tinggi dan terkesan menantang. Kejadian itu berlangsung pada 21 November 2025.
Dalam pesan suaranya, R mengatakan: “Mau apa kamu mau ketemu saya? Kapan kita bisa ketemu, tunggu saya pulang nanti ya kita ketemuan dulu, saya juga laju risih juga kamu WA saya terus.”
Lalu berlanjut dengan nada yang lebih tinggi: “Kamu di mana? Basing mau kamu apa? Mau basing, mau kutif mau apa… basing. Tunggu saya pulang… saya lagi di luar, dari kemarin kamu ya.”
Salah satu jurnalis yang mencoba meminta klarifikasi mengaku terkejut dengan sikap tersebut.
“Kami hanya menjalankan tugas untuk memastikan informasi valid. Namun respons yang diberikan malah bernada menantang, seolah ingin berkelahi,” ungkapnya. Ia meminta identitasnya tidak disebutkan.
Perilaku demikian dinilai tidak mencerminkan etika seorang pengawas proyek yang seharusnya bekerja secara profesional, terbuka, serta menghargai fungsi kontrol sosial yang dijalankan pers. Hal ini semakin menjadi perhatian mengingat proyek Rehabilitasi Sesat Agung IC Tubaba merupakan kegiatan bernilai besar yang menggunakan anggaran publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan pelaksana CV Aruwana Karya Abadi maupun oknum R belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait sebagai bentuk pemberitaan berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.
(Madi)






