Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat Warga Daya Murni Tolak Karaoke Dekat Masjid dan Sekolah, Ancam Gelar Aksi...

Warga Daya Murni Tolak Karaoke Dekat Masjid dan Sekolah, Ancam Gelar Aksi Besar

1305
0

TULANG BAWANG BARAT, LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID – Warga Lingkungan 5, Kelurahan Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Lampung, secara tegas menolak keberadaan tempat hiburan karaoke yang berada dekat dengan kawasan pendidikan Islam, sekolah, dan masjid.

Aksi penolakan ini berlangsung pada Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 16.00 WIB, usai salat Ashar. Bersama para santri, warga turun ke jalan dan memasang spanduk penolakan sebagai bentuk protes atas dugaan operasional diam-diam tempat hiburan tersebut.

Penolakan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, warga telah menyuarakan keberatan mereka, namun karena muncul kabar bahwa karaoke tetap beroperasi secara sembunyi-sembunyi, warga kembali turun ke jalan. Mereka bahkan mengancam akan menggelar aksi demo besar jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah daerah.

Arif Nurohman, tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD Tubaba, membenarkan adanya keresahan warga sejak awal rencana operasional tempat hiburan itu mencuat.

“Kami sudah menolak dari awal. Tapi sekarang muncul kabar bahwa tempat itu tetap buka diam-diam. Ini yang memicu aksi,” ujarnya saat dihubungi Minggu malam (20/7/2025).

Arif juga menyatakan dukungan penuh terhadap sikap masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus meninjau ulang izin usaha tempat hiburan yang berada di kawasan pendidikan, pondok pesantren, dan rumah ibadah.

“Kami berdiri bersama masyarakat. Pemkab Tubaba harus mengevaluasi izin usaha yang tidak sesuai peruntukannya dan menindak tegas pelanggaran hukum yang meresahkan warga,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Daya Murni menjelaskan bahwa hingga saat ini, tempat hiburan karaoke tersebut belum mengantongi izin resmi dan belum boleh beroperasi.

“Memang sempat ada gejolak. Kami sudah mediasi antara pihak pengusaha dan masyarakat, tetapi tidak ada titik temu karena warga tetap menolak,” jelasnya.

Menanggapi kabar adanya aksi warga, ia mengaku belum mengetahui secara pasti adanya orasi tersebut.

“Bisa jadi video yang beredar adalah dokumentasi lama. Tapi memang saya pernah melihat spanduk penolakan terpasang,” katanya.

Ia menambahkan, selama warga masih menolak, pihaknya yakin tempat hiburan tersebut tidak akan berani beroperasi. Namun ia mengingatkan bahwa jika izin usaha keluar tanpa persetujuan lingkungan, maka patut diduga terjadi manipulasi data yang harus diusut tuntas.

Penolakan warga Daya Murni ini menjadi sorotan publik karena menyangkut sensitivitas lokasi serta potensi dampak sosial dari keberadaan tempat hiburan di dekat zona pendidikan dan keagamaan.

 

(Madi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini