TULANG BAWANG BARAT Lampung.sumselnews.co.id | Menyikapi viralnya sebuah postingan warga di sosial media Facebook, terkait akses jalan yang tak kunjung dibangun, siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), tempatnya di Tiyuh Karta Suku, 07 Kabupaten Tulang Bawang Barat (TUBABA), Provinsi Lampung, terpaksa harus berjalan tanpa alas kaki ketika hendak menuju sekolah.

Bagaimana tidak, kontur jalan tanah dan berlumpur menyulitkan siswa untuk melintas ketika musim hujan tiba, Senin (13/03/2023).
Ibu Lisda, S.Pd.i yang merupakan salah satu tenaga pengajar disekolah tersebut memaparkan, aktifitas masyarakat yang menggunakan ruas jalan tersebut setiap harinya kerap terhambat, ditambah siswa/i yang hendak menuju sekolah harus rela melepas sepatunya agar tidak tergelincir ketika memijakkan kaki ke jalan yang masih berupa tanah liat tersebut, atau mereka pilih tidak berangkat ke sekolah.
“Yang kasian kan anak-anak sekolah setiap hari saat musim hujan dari rumah sudah rapi-rapi sampai di jalan harus lepas sepatu, lebih mirisnya lagi ada berkisar 10 siswa yang dari aTiyuh Kagungan Ratu mereka memilih tidak masuk sekolah karena menghindari takut terjatuh karena jalan licin berlumpur digenangi air, apalagi sekarang musim hujan jangankan mau bawa motor jalan kaki aja kalau tidak hati-hati sering terpeleset dan jatuh,” katanya saat dijumpai awak media diruang kantor sekolah.
Kondisi jalan yang tak kunjung dibangun tersebut ia mengatakan sudah terjadi sejak beberapa tahun silam, namun dirinya mengaku tidak tau persis awal tahunya kapan ada pembangunan jalan yang dilakukan baik melalui pemerintah (Desa) Tiyuh ataupun daerah.
Lanjutnya, dirinya mengaku alasan siswa melepas sepatunya ketika melewati jalan tersebut karena takut terpeleset, karena beberapa kali muridnya dan tenaga pengajar pernah terpeleset disana yang menyebabkan seragam sekolah yang dikenakan dipenuhi lumpur yang memaksa mereka harus belajar dengan mengenakan pakaian kotor.
“Kami ingin jalannya dibangun diaspal atau di cor biar enak siswa kalau pergi ke sekolah enggak harus lepas sepatu lagi, kalau enggak ujan bisa aja enggak lepas sepatu tapi kalau musim ujan kan takut kotor padahal niat mereka mau belajar ke sekolah dengan aman dan nyaman jadi minta tolong ke pemerintah agar segera di bangun,” harapnya.
Lebih lanjut ia berharap agar segera ada pembangunan jalan yang dilakukan oleh pihak terkait, menuju sekolah setempat sehingga proses pendidikan bisa berjalan aman dan nyaman baik bagi murid ataupun tenaga pengajar dan warga sekitar.
“Harapan kami ruas jalan ini menuju sekolah bisa segera di bangun agar bisa dilalui dengan layak oleh para siswa/i dalam menuntut ilmu, karena kasian jika setiap hari mereka harus melepas sepatu untuk bisa sampai ke sekolah kemudian harus membersihkan kaki mereka yang penuh lumpur setiap hari ketika musim hujan tiba,” Pungkasnya. (Madi).






