Beranda BANTEN SERANG BEM Banten Kepung Kantor Gubernur, Tuntut Reformasi Birokrasi!

BEM Banten Kepung Kantor Gubernur, Tuntut Reformasi Birokrasi!

1143
0

Gambar BEM Banten Kepung Kantor Gubernur, Tuntut Reformasi Birokrasi, (Dok red)


BANTENhttp://Lampung.sumselnews.co.id Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Banten, Kamis (19/06). Aksi ini menjadi bentuk kritik keras terhadap 100 hari pertama kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten yang dinilai gagal mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Aksi mahasiswa berlangsung dengan penuh semangat dan kecaman, terutama terhadap proses seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten yang dianggap cacat prosedur dan sarat konflik kepentingan. Mereka menuntut agar hasil seleksi Sekda dicabut dan diulang secara transparan dengan pengawasan publik.

“Seleksi ini cacat! Tidak ada nilai manajemen talenta dari BKN. Kenapa disembunyikan? Karena ada yang diselamatkan! Ini bukan hanya persoalan administrasi, tapi persoalan moral dan keadilan,” tegas Bagas Yulianto, Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu.

Menurut Bagas, proses seleksi Sekda Banten memalukan dan mencerminkan ambisi politik yang mengorbankan integritas birokrasi. Ia menuding bahwa ada intervensi kuat dari pihak penguasa demi meloloskan kandidat “titipan politik”.

Abdillah, Koordinator Lapangan aksi, menyuarakan kemarahan mahasiswa, “Kami datang bukan sekadar marah, tapi karena nurani kami menjerit. Kami anak muda Banten, dan kami tidak akan diam ketika birokrasi dihancurkan oleh kelicikan dan kepentingan elite!”

Lebih lanjut, mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap tidak adanya perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan selama 100 hari pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur. Justru, menurut mereka, birokrasi Provinsi Banten semakin sarat nepotisme, lamban, dan tertutup dari partisipasi publik.

15+1 Tuntutan BEM Banten Bersatu:

1. Cabut legitimasi hasil seleksi Sekda Banten yang cacat prosedur dan manipulatif.

2. Usut dugaan hubungan politis antara kandidat Sekda dan Gubernur.

3. Lakukan seleksi ulang secara objektif dan terbuka.

4. Pendidikan gratis tanpa syarat, hentikan pungli di sekolah.

5. Wujudkan reforma agraria sejati, lawan perampasan tanah oleh elite.

6. Ungkap dugaan korupsi di RSUD Cilograng, Labuan.

7. Berantas predator seksual di institusi pendidikan.

8. Transparansi anggaran makanan-minuman dan peresmian RSUD Cilograng.

9. Ungkap dan kelola aset daerah secara terbuka.

10. Tolak privatisasi dan komersialisasi pendidikan.

11. Usut tuntas tambang ilegal (Galian C) di Banten.

12. Tutup Galian C yang merusak jalan dan lingkungan.

13. Audit independen terhadap program dan anggaran 100 hari kerja Gubernur.

14. Transparansi mutasi dan pengangkatan pejabat struktural.

15. Bersihkan birokrasi dari nepotisme dan intervensi politik.

16. Perkuat keterbukaan informasi dan partisipasi masyarakat.

17. Bentuk Tim Pengawas Independen dari unsur kampus dan masyarakat sipil.

Aksi damai ini berjalan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Mahasiswa menyatakan siap melanjutkan gerakan apabila pemerintah provinsi tidak merespons tuntutan mereka secara serius.

“Jika suara kami terus diabaikan, kami pastikan gelombang perlawanan ini akan meluas. Hari ini mahasiswa, besok rakyat akan turun bersama kami!” pungkas Bagas.

Laporan: Tim Koordinator Biro Banten/Redaksi: Media LampungSumselNews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini