Beranda Tulang Bawang Tulang Bawang Barat DPRD Tubaba Segera Panggil Dinkes, Polemik Proyek Puskesmas Kian Menguat

DPRD Tubaba Segera Panggil Dinkes, Polemik Proyek Puskesmas Kian Menguat

1235
0

TULANG BAWANG BARAT | LAMPUNG.SUMSELNEWS.CO.ID – Polemik dua proyek Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) terus bergulir. Ketua Komisi II DPRD Tubaba, Sudirwan, S.Sos, memastikan dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Dinas Kesehatan untuk rapat dengar pendapat.

Langkah ini ditempuh menyusul sorotan terhadap proyek pembangunan instalasi air bersih di Puskesmas Mercu Buana senilai Rp140 juta dan proyek renovasi serta penambahan ruang Puskesmas Marga Kencana dengan nilai Rp441,6 juta.

“Kemungkinan dalam waktu dekat Dinas Kesehatan akan kita panggil, termasuk menindaklanjuti informasi adanya dugaan keterlibatan oknum DPRD dalam proyek tersebut,” ungkap Sudirwan melalui pesan WhatsApp, Kamis (28/8/2025).

Sementara itu, Ferry Dermawan, Plt Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Tubaba, ketika dikonfirmasi terkait polemik ini enggan memberikan komentar.

Dugaan Persekongkolan.

Sebelumnya, proyek pembangunan instalasi air bersih di Puskesmas Mercu Buana menjadi sorotan karena pemenang non-tender, CV. Napal Putih, diduga belum memenuhi syarat kualifikasi. Perusahaan ini baru memiliki Sertifikat Badan Usaha (SBU) dua bulan sebelum ikut pengadaan, sehingga dianggap belum memiliki rekam jejak sesuai ketentuan.

Selain itu, kejanggalan juga muncul dari data alamat perusahaan yang berbeda antara dokumen LPSE dan SBU. Bahkan, beberapa pengurus perusahaan diduga merangkap jabatan di perusahaan lain, yang bertentangan dengan aturan pengadaan barang dan jasa.

Dugaan praktik persekongkolan ini menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan adanya keterlibatan pejabat pembuat komitmen (PPK), panitia pengadaan, dan pihak rekanan.

Sorotan LSM dan Warga.

Ketua LSM Pakar Provinsi Lampung, Yahya, turut menyoroti dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Tubaba dalam proyek renovasi Puskesmas Marga Kencana. Ia mendesak pimpinan DPRD mengambil sikap tegas.

“Seharusnya anggota dewan fokus menjalankan fungsi pengawasan, bukan malah ikut bermain proyek. Ini jelas merusak kepercayaan masyarakat,” tegas Yahya.

Sorotan juga datang dari masyarakat. Beberapa warga menilai proyek renovasi Puskesmas Marga Kencana tidak sesuai aturan keselamatan kerja. Para pekerja di lapangan disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, sarung tangan, dan sepatu safety.

Publik Tunggu Penjelasan Resmi.

Hingga kini, pihak Dinas Kesehatan Tubaba belum memberikan keterangan resmi mengenai dua proyek tersebut. Publik pun menunggu langkah tegas DPRD dalam menyikapi isu ini agar tidak semakin mencoreng citra wakil rakyat.

Awak media masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak-pihak terkait. Kasus ini dinilai perlu mendapat perhatian serius agar pengelolaan anggaran daerah tetap transparan dan akuntabel.

(Madi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini