PRINGSEWU | Proyek pembangunan drainase yang terletak di Pekon Sukoharjo III Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu, yang diduga pekerjaan rekanan PUPR Provinsi Lampung, saat ini masih dikeluhkan para buruh, juga terkesan mangkarak dan di kritik oleh masyarakat.
Disampaikan salah satu pekerja buruh MJ saat dilokasi mengatakan bahwa hak gaji mereka seringkali tersendat dan diakhir pekerjaan saat ini mereka belum juga dibayarkan haknya, pihak rekanan tidak ada dilokasi dan tidak bisa di hubungi.
“Saya selaku penanggung jawab tenaga kerja di lapangan di buat pusing kalau begini,” keluhannya, Kamis 22/12/2022.
Hal tersebut membuat para pekerja lepas harian menjadi ragu atas kinerja perusahaan/rekanan.
“Selain itu saya selalu mendapatkan tagihan material batu yang belum terlunasi, masak sih dengan pekerjaan kecil begini gak mampu membiayai perusahaan macam apa ini malu maluin aja , ini kerjaan Provinsi Loh,” ketusnya.
“Saya heran bagaimana sistem rekrutmennya masalah perusahaan atau CV terkesan asal tunjuk saja,” ucapnya.
Sementara itu, dari informasi dan observasi kami di lokasi, masyarakat setempat Inisial ED juga mengeluhkan proyek drainase tersebut.
Menurutnya, pekerjaan drainase yang di kerjakan pada tahun ini di Jalan raya Pekon Sukoharjo III tersebut, bakal mangkrak karena sudah dipenghujung tahun belum juga selesai, dan di duga meninggalkan banyak masalah.
“Program pemerintah yang seharusnya direalisasikan mengedepankan dari sisi manfaat dan mampu menambah kesejahteraan masyarakat, ini malah merugikan masyarakat seperti saya ini, saya yang mempunyai lahan persawahan yang terdapak pembangunan tersebut yang bukan menguntungkan, melainkan merugikan karena aliran drainase itu dijebol masuk ke persawahan saya, yang mengakibatkan air yang mengalir di aliran yang baru dibangun tersebut, masuk kesawah yang besar kemungkinan akan merendam tanaman dilahan saya, padahal paret ini cukup deras airnya kalau di musim penghujan,” tuturnya.
“Bahkan kerjaan tersebut terkesan asal asalan, coba lihat lantai dasarnya sekarang sudah banyak yang bolong bolong terkikis air mengalir, segitukah kwalitasnya,” ucapnya.
Sampai saat ini pekerjaan yang sudah hampir selesai, papan informasi belum juga terpasang sebagai sarana informasi publik.
Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Pringsewu Syamsi Ahmadi memberikan tanggapan atas kejadian tersebut.
Dirinya sangat menyayangkan terhadap pihak rekanan yang tidak memanusiakan pekerja.
“Mereka sangat membutuhkan hasil dari jerih payah keringat dan hak yang harus diterima. Mereka punya kebutuhan untuk menyambung hidup kebutuhan keluarganya, pihak rekanan atau CV atau perusahaan yang mendapatkan tender ini harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Konfirmasi kami kepada pihak rekanan proyek tersebut melalui waatApp, namun selalu dalam keadaan tidak tersambung, pesan konfirmasi melalui chatting pun tidak masuk, dan melalui seluler juga tidak aktif.

Saat ini pihak pekerja meminta pihak terkait untuk bisa memberikan solusi bagi para pekerja. (Tim)






